#sidang#malpraktek#saksiahli

Sidang Dugaan Malapraktek Hadirkan Saksi Ahli dari PPNI

( kata)
Sidang Dugaan Malapraktek Hadirkan Saksi Ahli dari PPNI
Sidang dugaan malapratek perawat Jumraini, di PN Kotabumi, Lampung Utara menghadirkan saksi ahli, Jum

Kotabumi (Lampost.co) -- Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Lampung Utara mengelar sidang lanjutan kasus dugaan malapratek terdakwa seorang perawat Jumraini, dengan menghadirkan seorang ahli dari Badan Bantuan Hukum Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di kantor PN setempat, Jumat, 22 November 2019 siang.

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim oleh Eva Meita Pasaribu beranggotakan Rika Emilia dan Suhadi Putra serta panitera Ardiansyah.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budiawan dan penasehat hukum terdakwa yakni Siban SH dan Ependi. Dalam persidangan itu, menurut saksi ahli dr Tak Adi Skep, Nes, SH, MH di hadapan para Hakim dan JPU serta pengacara terdakwa Jumraini, menjelaskan tentang tugas perawat dan aturan sesuai SOP.

Menurutnya perawat dalam menjalankan praktek pelayanan keperawatan harus didasarkan pada kode etik setandar profesi, setandar pelayanan propesi dan standar operasional prosedur.

"Jadi perawat dalam memberikan pelayanan harus sesuai kewenangan. Perawat juga dapat memberikan pelayanan di luar kewenangan, apa bila dalam keadaan darurat dan keterbatasan tertentu sesuai dengan UU keperawatan yang diatur pada pasal 33 , 35 tahun 2014," ujarnya.

Selain itu, perawat juga harus punya surat izin praktek perawat (SIPP) mandiri dan perawat yang melakukan pelayanan keperawatan yang tidak mempunyai SIPP, maka perawat yang bersangkutan melangar administartif dan  sanksinya dilakukan oleh pihak berwenang yakni yang mengeluarkan izin SIPP.

Menurutnya, kewenangan perawat sudah diatur pada pasal 30 UU keperawatan tahun 2012. Diantaranya adalah memberikan pelayanan dalam keadaan darurat untuk memberikan obat dan pembersihan luka dan hingga menutup luka. Itu merupakan kewenangan parawat sesuai dengan SOP. Untuk sidang berikutnya masih akan menghadirkan saksi ahli lainya yang digelar pada Selasa pekan depan. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar