#sidang#pencabulan#dosenUnila#beritalampung

Sidang Dosen Lakukan Pencabul, Sebut Korban Sempat Melobi

( kata)
Sidang Dosen Lakukan Pencabul, Sebut Korban Sempat Melobi
Sidang Dosen Lakukan Pencabul, Sebut Korban Sempat Melobi. (Foto:Lampost/Febi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sidang tertup perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oknum dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung atas nama Chandra Ertikanto (58) terhadap mahasiswi bimbingannya berinisial D, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Senin (22/10/2018).

Terdakwa yang mengenakan peci warna hitam berseragamkan baju merah bertuliskan tahanan dengan gerak cepat memasuki ruang persidangan, usai sidang terdakwa Chandra terburu buru-buru meninggalkan ruang persidangan dan penasehat hukumnya menuju kesel tahanan.

Terdakwa enggan memberikan komentar sedikit pun persoalan cabul yang ia lakukan hingga diadili. Usai sidang Alhajar S, selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan, dari hasil keterangan ahli Bahasa Indonesia dan Ahli Pisikolog tidak ada tekanan pisik yang dilakukan terdakwa terhadap korban hanya saja memang ada tekanan psikologis. "Dari keterangan dua ahli tadi tidak mendukung dakwaan jaska," kata Alhajar.

Karena tidak adanya tekanan yang dialami oleh korban, terbukti semua tugas korban terselesaikan dan berjalan dengan baik. "Kalau dia tertekan tentu dia tidak berdaya tapi kan buktinya konsultasi dia berjalan, bimbingan skripai juga dia jalan, ujian dapat nilai B+ dimana letak dia tertekan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Alhajar.

Pada saat proses bimbingan, saksi korban sempat menanyakan kepada terdakwa berapa harganya jika ingin cepat menyelesaikan tugas akhir miliknya. " Terdakwa kan menjawab kamu jangan kurang ajar, kalau kamu pengen cepat ikuti aturan yang berlaku, begitu jawaban terdakwa," katanya.

Disinggung mengenai jika semua dakwaan jaksa dan data dari kepolisan disangkal secara keseluruhan, dapat dikatakan pencabulan yang dilakukan kliennya tidak pernah terjadi, Alhajar mengatakan pihaknya akan melihat dan membuktikan difakta persidangan, karena menurut dia tidak ada yang melihat kejadian seperti yang dituduhkan.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar