#beritalampung#beritapringsewu#proyekjalan

Sidak Pembangunan Jalan Bulukmanis, Komisi III Temukan Aspal Retak dan Mengelupas

( kata)
Sidak Pembangunan Jalan Bulukmanis, Komisi III Temukan Aspal Retak dan Mengelupas
Komisi III DPRD Pringsewu melakukan pengecekan hasil pembangunan jalan Tambakrejo-Klaten (Jalan Bulukmanis) Kecamatan Gadingrejo, Selasa, 18 Oktober 2022. Lampost.co/Suranto


Pringsewu (Lampost.co): Menindaklanjuti aduan dari masyakarat terkait jalan yang baru dibangun atau belum seumur jagung sudah rusak, Komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruas jalan Tambakrejo-Klaten (Jalan Bulukmanis) Kecamatan Gadingrejo, Selasa, 18 Oktober 2022.

Sidak yang langsung dipimpin oleh Ketua Komisi III, Sagang Nainggolan, serta Sekertaris Komisi III Joni Sapuan, dan anggota Komisi III Safruddin dan Amproni, menyusuri jalan tersebut dari arah pekon Tambakrejo ke arah Pekon Bulukmanis. Ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

Pantuan di lapangan terpasang papan proyek peningkatan infrastruktur jalan yang mulai dibangun dengan tanggal kontrak 13 Mei 2022 dengan waktu pelaksanaan 90 hari. Namun, saat ini kondisi jalan dalam keadaan aspal yang retak serta mengelupas.

Baca juga:  Kontraktor Proyek Sarpras Persampahan Metro Kembalikan Kerugian Negara

Sumber dana proyek peningkatan kapasitas struktur jalan tersebut dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022 dengan nilai anggaranya sebesar Rp1.730.607.000.

Sagang Nenggolan usai melakukan sidak menyampaikan sesuai fakta di lapangan kualitas pekerjaan jalan sangat tidak memuaskan.

"Jalan baru dibangun selesai bulan Agustus 2022, sekarang di bulan Oktober 2022 sudah memprihatinkan. Terlihat kondisi jalan aspalnya sudah mengelupas dan pecah-pecah," kata Sagang.

Dia mengungkapkan struktur jalan juga terlihat tidak rata. "Pengerasannya kurang efektif sehingga menimbulkan gelombang di aspal dan pecah. Kemudian kita melihat aspal yang pecah, kita cek terlihat tercampur tanah. Ada juga aspalnya yang pecah seribu mungkin disebabkan bahan dari pada aspal yang mereka gunakan ada klasifikasi aspal yang kualitasnya jelek," sambungnya.

Ditambahkan Sagang, Komisi III akan memanggil Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu agar segera melakukan komunikasi dengan pihak ketiga selaku pelaksana proyek.

"Dalam tempo waktu pemeliharaan ini kita berikan kesempatan. Namun, jika dalam waktu pemeliharaan mereka tidak memperbaiki, maka Komisi III akan memberikan saran kepada pemerintah agar tidak menerima pekerjaan ini," tegas dia.

Dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk selektif dalam memilih pihak ketiga agar memiliki komitmen dan kualitas kerja yang baik.

"Jadi kita berharap memilih mitra kerja itu adalah dari hasil kinerja mereka, bukan karena kedekatan dan yang lainnya," ujarnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar