koronacovid-19vaksinSinovac

Siap Disuntik Vaksin? Ini Fakta Tentang Sinovac di Indonesia

( kata)
Siap Disuntik Vaksin? Ini Fakta Tentang Sinovac di Indonesia
Ilustrasi medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksin Sinovac akhirnya mendapat izin pemakaian darurat (emergency use authorization) di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjamin vaksin asal Tiongkok tersebut sudah lolos uji klinis.

Keputusan mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut disampaikan Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual pada Senin, 11 Januari 2021.

 

Baca juga: BPOM Resmi Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19

"BPOM memberikan persetujuan penggunaan kondisi emergency EUA untuk covid-19 yang pertama kali kepada vaksin coronavac produksi Sinovac Biotech Ltd yang bekerja sama dengan PT Bio Farma," ujar Penny.

"Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan evaluasi dan diskusi yang komprehensif terhadap data dukung dan bukti ilmiah yang menunjang aspek keamanan khasiat mutu dari vaksin," lanjutnya.

Adapun vaksin Sinovac akan mulai digunakan pada pertengahan pekan ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan menjadi sosok pertama yang menerima vaksinasi covid-19 tersebut. Setelah itu, vaksinasi dilanjutkan kepada daftar prioritas lainnya dan juga masyarakat.

Sebelum vaksinasi covid-19 dilakukan, ada baiknya Anda mengetahui fakta-fakta mengenai vaksin Sinovac yang sudah diuji di Indonesia. Berikut di antaranya yang sudah dirangkum medcom.id:

1. Indonesia Punya 3 Juta Vaksin Sinovac Covid-19 untuk Prioritas Pertama

Sebanyak tiga juta vaksin Sinovac sudah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut diterima Indonesia dalam dua tahap. 

Pertama, Indonesia mendapat kiriman vaksin Sinovac pada 7 Desember 2020. Kemudian, sebanyak 1,8 juta vaksin sisanya didapat pada 31 Desember. Rencananya, seluruh vaksin tersebut akan dikirimkan ke 34 provinsi dan digunakan untuk daftar prioritas pertama.

2. Vaksin Sinovac Dijamin Halal

Setibanya di Tanah Air, vaksin Sinovac harus melewati proses dan tahap uji sebelum digunakan. Salah satunya adalah uji kehalalan vaksin tersebut.

Pada Jumat 8 Januari, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam memberikan kabar baik mengenai kehalalan vaksin bikinan Tiongkok itu. Ia memastikan vaksin Sinovac halal.

"Setelah diskusi yang panjang dari tim auditor kami menyepakati vaksin covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan PT Bio Farma hukumnya suci dan halal," ujar Asrorun.

3. Efikasi vaksin Sinovac sudah memenuhi standar WHO

BPOM memastikan efikasi vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65,3 persen. Angka inilah yang membuat BPOM mengeluarkan izin pemakaian darurat vaksin Sinovac.

Pasalnya, presentase efikasi tersebut sudah memenuhi persyaratan ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 50 persen. Persentase tersebut dinilai sudah bisa menurunkan timbulnya penyakit.

4. Efek samping Sinovac ringan

Salah satu yang menjadi kekhawatiran publik mengenai penggunaan vaksin adalah efek samping. Mereka khawatir vaksin tersebut punya efek samping yang berlebihan. Namun, BPOM pun memastikan efek samping vaksin sinovac tergolong ringan hingga sedang. 

"Secara keseluruhan vaksin coronavac (Sinovac) aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2021.

"Frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai 1 persen," ujar dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar