#jtts#jalantol#beritalampung

Siaga di Tol Terpeka

( kata)
Siaga di Tol Terpeka
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Semua pemangku kepentingan harus bersiaga penuh di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung (Terpeka). Ruas itu dinilai yang kondisinya paling kritis dalam menyambut angkutan liburan Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Untuk itu, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengantisipasi segala kemungkinan menjelang perayaan dan liburan Nataru. Seperti pelaku terorisme, kejahatan transnasional, begal, dan sweeping. Menurutnya, Polda Lampung bekerja sama dengan Pemprov Lampung, dan TNI serta instansi lainnya menggelar Operasi Lilin Krakatau 2019.

"Dalam operasi lilin melibatkan 4.321 orang, yakni 100 orang Polri, 1.017 TNI, dan instansi terkait lainnya. Pos pengamanan sebanyak 39 pos dan pos pelayanan 14 pos," kata Kapolda saat diwawancarai Lampung Post, Kamis, 19 Desember 2019.

Dia menambahkan, pos pengamanan ditempatkan di daerah rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas. Sementara pos pelayanan ditempatkan di pusat pelayanan masyarakat seperti mal, bandara, stasiun, pelabuhan, dan tempat ibadah. "Juga disiagakan sniper di beberapa titik," ujarnya.

Kemudian, pengamanan khusus untuk jalur tol JTTS pada perayaan Nataru diperkirakan adanya kenaikan pengguna jalan tol 3%—5%. "Kami antisipasi di rest area dari Bakauheni sampai Pematangpanggang," ujarnya.

Kemudian, Kepala Cabang Tol Lampung Bakauheni—Terbanggibesar PT Hutama Karya Hanung Hanindito mengatakan masyarakat atau pengemudi diminta memastikan saldo di kartu e-toll terisi sebelum masuk. Supaya tidak mengganggu pengemudi lain yang sedang antre. "Selain memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik. Jangan memaksakan diri," kata Hanung, kemarin.

Secara keseluruhan pihaknya sudah siap menyambut Nataru. Jalan tol sepanjang 252 km Ruas Bakauheni—Terbanggibesar hingga Pematang tentu melelahkan bagi pengendara. Menurutnya, terdapat 11 rest area yang bisa dioptimalkan fasilitasnya mulai dari Bakauheni—Pematangpanggang.

"Kemudian lampu PJU ada diakses dan simpang susun. Kalau di main road memang tidak ada. Karena desain jalan tol luar kota," katanya.

Sales Area Manager Lampung—Bengkulu PT Pertamina Marketing Operation Region II Donny Brilianto mengatakan pihaknya menyiapkan bahan bakar minyak bagi yang melintas di sepanjang ruas tol Terpeka. Yakni dibangun layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di 12 titik rest area tol. Kami juga menyiapkan SPBU motoris," katanya, kemarin.

Representatif

Terkait potensi kemacetan, pengamat transportasi IB Ilham Malik mengatakan potensinya diprediksi tidak separah masa mudik Lebaran. Kemacetan exit toll bergantung volume keluar masuk kendaraan. "Jika ada peningkatan volume kendaraan pasti ada hambatan, tetapi tidak akan separah mudik Lebaran. Nataru masih memadai," ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan jalan Pematangpanggang—Kayuagung berjarak 100 km, dengan satu exit toll juga cukup jauh bisa meminimalisasi kemacetan.

"Menurut saya, yang lebih mendesak adalah penyediaan rest area yang representatif bagi pengendara," kata dia.

 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar