#nuansa#suporter#kekerasan

Setop Kekerasan!

( kata)
Setop Kekerasan!
Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)


AKSI kekerasan antarsuporter klub sepak bola terus berulang. Terakhir, suporter Persija meninggal dunia setelah dikeroyok sejumlah orang sebelum laga antara Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (23/9).

Haringga Sirla, 23 tahun, tewas setelah dikeroyok saat akan menyaksikan pertandingan klub kesayangannya melawan Persib, di GBLA. Keberadaannya sebagai JakMania diketahui sekelompok orang. Haringga dikeroyok hingga meninggal. Kepolisian sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini menambah catatan panjang daftar kekerasan suporter sepak bola yang merenggut nyawa. Ada beberapa kasus kekerasan suporter sepak bola yang memakan korban. Dilansir dari Kompas.com, korban itu di antaranya Ricko (22), Bobotoh atau pendukung Persib, yang meninggal karena sekelompok orang yang mengiranya seorang JakMania.

Ia dikeroyok oleh sekelompok Bobotoh saat istirahat pascababak pertama pertandingan Persib melawan Persija di GBLA, Bandung, pada 22 Juli 2017. Meski sudah membela diri dengan menunjukkan KTP Bandung, Ricko tetap dikeroyok hingga tidak sadarkan diri. Setelah dirawat lima hari di RS Santo Yusup, Bandung, dia dinyatakan meninggal.

Harun Al Rasyid Lestaluhu (30) menjadi korban kekerasan yang dilakukan sekelompok orang beratribut Persib saat melintas di kawasan Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, pada 6 November 2016. Harun dan rombongan tengah melakukan perjalanan dari Solo menuju Jakarta.

Sehari sebelumnya, mereka baru saja menyaksikan laga antara Persija dan Persib di Stadion Manahan, Solo. Bus yang mereka tumpangi dilempari batu oleh sekelompok orang berkaus biru. Untuk itu, rombongan keluar dan melakukan pengejaran. Namun, Harun justru dikeroyok massa yang juga membawa senapan angin. Ia pun tewas dalam kejadian itu.

Andika (15), pendukung Sriwijaya FC, tewas setelah mengalami pendarahan akibat tiga tusukan di perut dan kepala saat terjadi bentrok antarpendukung di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Kejadian nahas itu terjadi pada 18 Februari 2014 saat Sriwijaya FC melawan kesebelasan asal Jepara, Persijap.

Semua peristiwa kekerasan mencoreng kompetisi sepak bola Indonesia sebagai olahraga terpopuler di Nusantara. Seluruh pihak mulai dari PSSI hingga aparat kepolisian harus melakukan evaluasi agar peristiwa memalukan tersebut tidak terulang kembali.

Kepada seluruh pendukung klub sepak bola di Indonesia, ingatlah pesan salah satu pesepak bola legenda Indonesia, Bambang Pamungkas. "Jadilah suporter militan, loyal, namun jua menggunakan akal yang sehat, karena tidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa."

Apakah ketika Anda berkelahi dengan suporter lawan pemain pujaan Anda memuji dan menyalami Anda? Justru pemain kesayangan anda malu memiliki suporter yang tidak memiliki akal. #StopKekerasanSuporter #SaveSepakbolaIndonesia

 

Firman Luqmanulhakim/ Wartawan Lampung Post







Berita Terkait



Komentar