Jembatanpertanian

Setahun Diperbaiki, Jembatan Pertanian Palaspasemah Kembali Rusak

( kata)
Setahun Diperbaiki, Jembatan Pertanian Palaspasemah Kembali Rusak
Salah satu petani Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat melintasi jembatan pertanian desa setempat, Minggu 10 Januari 2021. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Perbaikan jembatan pertanian di Bendungan Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali rusak. Padahal, jembatan pertanian itu baru diperbaiki Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji – Sekampung pada Desember 2019 lalu. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kerusakan itu terjadi pada bagian lantai jembatan yang terlepas. Bahkan, terdapat satu titik lantai jembatan yang jebol sehingga membahayakan petani saat melintas.

Evan (28), salah satu petani Desa Palaspasemah mengatakan, jembatan pertanian tersebut mulai mengalami kerusakan sejak empat bulan terakhir. Lantai jembatan pertanian yang membentang di atas Sungai Way Pisang itu sebagian terlepas.

"Lantai yang di las pada batang rangka baja jembatan itu banyak yang lepas selama empat bulan terakhir ini,” kata Evan saat melintasi jembatan itu, Minggu, 10 Januari 2021.

Bahkan, sebagian lantai jembatan yang diperbaiki tahun lalu itu ada yang jebol lantaran keropos dan terlepas. Akibatnya, petani harus berhati-hati saat melintas agar tidak terperosok ke dalam bendungan Sungai Way Pisang Desa Palaspasemah. 

"Jebol sekitar 40-50 sentimeter. Tapi, yang keropos juga banyak dan mengundang bahaya," kata dia. 

Jondri (39) warga Desa Palaspasemah, mengatakan dengan kondisi itu petani mengalami kesulitan saat mengangkut hasil panen ketika melintasi jembatan. "Harus pas ditengah-tengah roda motornya. Kalau enggak bisa masuk ke bawah," kata dia. 

Dia bersama petani lainnya berharap jembatan yang dibangun sejak puluhan tahun silam itu kembali mendapat perbaikan dari BBWSMS Lampung atau Dinas PUPR Lampung Selatan. Sebab, jembatan tesebut merupakan akses utama petani.  

"Harapannya, sebelum panen tiba bisa cepat diperbaiki, sebelum kerusakan semakin parah. Jangan sampai ada korban yang jatuh akibat kerusakan itu," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar