#Covid-19Lampung

Setahun Covid-19 Menggerayangi Indonesia

( kata)
Setahun Covid-19 Menggerayangi Indonesia
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hari ini, 2 Maret 2021, bertepatan dengan genap setahun virus corona atau Covid-19 masuk ke Indonesia.

Pada Senin, 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo ditemani mantan Menkes Terawan mengungkapkan kasus terkonfirmasi pertama Covid-19 di Indonesia.

Ada dua warga Indonesia yang positif terpapar virus corona atau Covid-19 saat itu setelah bertemu dalam sebuah acara dansa di Jakarta pada 14 Februari lalu. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat yang akhirnya dikarantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi kasus ini. Dia menyebut, persiapan rumah sakit lebih dari 100 dengan ruang isolasi dengan standar isolasi yang baik.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo mengatakan bahwa selama setahun ini penanganan Covid-19 khususnya di Lampung terus mengalami perbaikan-perbaikan secara  aturan-aturan yang baku atau SOP yang harus diterapkan.

“Prokes yang dilaksanakan oleh masyarakat sampai hari ini juga terus mengalami peningkatan dan parbaikan, karena edukasi mengenai 3M juga terus digencarkan,” ujarnya. Selasa, 2 Maret 2021.

Dalam perbaikannya, Deni mengatakan pemerintah harus benar-benar bisa melakukan 3T dengan baik, karena sampai hari ini masih ada hambatan-hambatan persoalan testing terutama soal SWAB PCR.

“Kami sendiri masih menunggu mengenai pernyataan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung yang mengatakan hanya butuh 6 jam saja untuk mengetahui hasil PCR itu. Karena selama ini ada beberapa hambatan dari proses testing,” ujarnya.

Belum ada dua minggu ini, lanjutnya, ada warga yang melakukan SWAB dan ternyata dinyatakan sakit jantung dan masuk rumah sakit kemudian dia dinyatakan reaktif. Selanjutnya hari Rabu dilakukan SWAB dan observasi namun langsung dimasukan ke ruang isolasi, namun keluarga menolak. Lalu Senin hasil keluar dan tertulis negatif.

“Nah ini menurut saya salah satu contoh kasus yang bisa menyebabkan tingkat kematian di Lampung meningkat. Kalau dilihat dari media nasional, bahwa tingkat kematian di Provinsi Lampung ini ada pada tingkat ke dua dan sangat memprihatinkan tentunya,” kata dia.

Untuk itu Komisi V DPRD Provinsk meminta kepada Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk mengupgrade sistem agar nantinya kejadian membahayakan nyawa seperti itu tidak terulang lagi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar