#feature#beritalamsel

Sesali Masa Kelam, Toni Kini Berprofesi Juru Parkir

( kata)
Sesali Masa Kelam, Toni Kini Berprofesi Juru Parkir
Toni (38), warga Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mejaga parkir di salah satu rumah makan di Kelurahan Way Urang, Senin (18/2/2019). Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Pria memakai rompi warna abu-abu itu membunyikan peluit ketika kendaraan mulai masuk dan keluar dari areal parkir salah satu rumah makan di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Dengan gigih pria berkulit sawo matang itu mengais rezeki dari profesinya sebagai juru parkir. Pria itu Toni namanya. Setiap hari ia harus menjadi juru parkir guna menghidupi keluarganya.

Di balik kegigihannya, ada cerita pahit dan penyesalan yang telah dilakukannya selama ini. Betapa tidak, Toni merupakan salah satu mantan TKI yang bekerja di Malaysia.

Toni secara gamblang menceritakan kehidupannya selama di Negeri Jiran itu hanya dihabiskan untuk kegiatan merugikan diri sendiri dan keluarganya.

Meskipun bekerja di Malaysia, Toni mengaku tidak ada yang dihasilkan dari dunia perantauan. Betapa tidak, kehidupannya hanya dihabiskan dengan bermain judi sehingga penghasilannya tidak begitu banyak dibawa pulang. "Saya merantau di Malaysa selama lima tahun, Mas. Tapi, karena saya sering berjudi, uang hasil kerja pun habis. Untung saja sesekali saya kirim uang ke istri yang tinggal di tanah Lampung," kata dia, Senin (18/2/2019).

Pria kelahiran 1981 itu kini diselimuti penyesalan yang amat mendalam. Bahkan, ia rela memulai mencari nafkah dari juru pakir. Meski tidak banyak yang didapatkan, Toni bisa bangga jerih payahnya bisa dimanfaatkan untuk menyambung kehidupan bersama istrinya.

"Kami pernah diberi seorang anak laki-laki, akan tetapi mungkin sudah menjadi takdir anak saya meninggal di usia balita. Penghasilan saya dari tukang parkir tidak tentu terkadang saat ramai mencapai Rp50 ribu-Rp100 ribu per hari. Tapi, kalau lagi sepi ya gigit jari," kata warga Kelurahan Way Urang, Kalianda itu.

Toni berharap dengan getirnya kehidupan yang dialami dan pahit manisnya pengalaman yang sudah dilakukan, ia berharap masih ada waktu untuk memperbaikinya. Sehingga dia bisa membahagiakan orang-orang yang masih menyayanginya."Dengan penghasilan ini, saya bertekad akan menafkahi istri dengan cara yang halal. Pengalaman kelam saya sudah sekali seumur hidup, mas," katanya.

Armansyah*

Berita Terkait

Komentar