Ypunila

Sertifikat YP Unila Berujung Pidana

( kata)
Sertifikat YP Unila Berujung Pidana
Foto. Lampost.co/Febi


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Yayasan Pendidikan (YP) SMA Unila melalui penasehat hukumnya mengancam akan melaporkan ke ranah pidana jika sertifikat tidak dikembalikan pihak rektor Unila. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum YP SMA Unila, D Angga Refananda dan Indah Meilan usai sidang mediasi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 29 September 2020.

"Akan kita laporkan ke pidana jika sertifikat ini tidak dikembalikan oleh Rektor Unila. Dan kemungkinan bisa jadi soal (gratifikasi)," kata Indah Meilan.

Menurut Indah Meilan, sudah sangat jelas dasarnya dalam akte pendirian yayasan notaris nomor 14, dimana sesuai dengan Udang-undang yayasan.

"Kami minta dalam gugatan itu supaya sertifikat dikembalikan kepada pengurus yayasan Unila," kata Indah Meilan.

Indah menjelaskan sertifikat yayasan Unila itu dititipkan ke Rektor Unila agar saat proses pembangunan berjalan lancar dan sertifikat itu tidak hilang.

"Pengurus titipkan ke Rektor Unila pada 24 September 2006. Tapi sampai saat ini tidak dikembalikan oleh Rektor Unila. Maka kita melakukan gugatan ini," kata dia.

Dia juga menerangkan bahwa status Ex Officio hanya jabatan Rektor Unila tidak dengan yang lainnya. Karena di dalam sertifikat itu jelas tercantum nama-nama pengurus Rizani, Husein, Rizani, dan Sudirman.

"Ini sudah kita lakukan permintaan secara lisan maupun tertulis. Tapi tidak ada realisasinya. Alasan tidak dikembalikannya kita kurang paham," katanya.

Ditempat yang sama, pengacara rektor Unila, Sukarmin mengaku pihaknya tidak tahu menahu kenapa ada gugatan seperti ini.

"Bukan tidak memulangkan (sertifikat) tapi kan gini kita gak tau, kok tiba- tiba gugat ke Rektor Unila. Mereka minta mengembalikan aset," katanya.

Menurutnya antara YP Unila dengan Unila itu satu kesatuan yang tidak terpisahkan. "YP Unila dengan Unila tidak terpisahkan. Karena Ex Officio itu dia jabat ketua pembina," katanya.

Kenapa tidak dikembalikan sertifikat itu, Sukarmin menjawab bahwa itu ada cicilan. "Yang bayar cicilannya siapa?," tambahnya.

Sukarmin mengungkapkan bahwa dalam isi gugatan itu pengurus meminta agar Rektor Unila mengembalikan aset (sertifikat) yayasan.

"Materi gugatan yang saya baca bahwa pak Samsudin dkk mereka mengatasnamakan pembina dan pengurus menggugat Rektor Unila sebagai tergugat I dan WR tergugat II. Itu gugatannya mereka minta mengembalikan aset itu," katanya.

Pihaknya menganggap gugatan ini prematur. Karena pengurus dan pembina itu secara berurutan, dan tidak terpisahkan. Ditanya soal mediasi terhadap penggugat, Sukarmin mengaku jika terjadi damai maka dilakukan.

"Kalau mediasi itu tergantung principal dengan saya. Kalau mereka mau ketemu ya syukur. Kalau mereka tidak ketemu ya sudah," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar