#beritalampung#beritabandarlampung#peternakan

Sertifikasi NKV Jadi Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan di Daerah

( kata)
Sertifikasi NKV Jadi Jaminan Keamanan Pangan Asal Hewan di Daerah
Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung lakukan sosialisasi Sertifikasi NKV, pihaknya mendorong agar pelaku usaha pangan dapat kantongin NKV guna jamin keamanan pangan asal hewan. Dok/Disnakkeswan Provinsi Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung memastikan pembinaan unit usaha untuk sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dapat menjamin keamanan produk pangan asal hewan (PAH) yang beredar di masyarakat.

"Hal ini telah mewajibkan setiap pelaku usaha yang memperjual belikan produk (PAH) untuk memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti, Kamis, 10 November 2022.

Dia mengatakan pihaknya secara masif melakukan pengawasan serta sosialisasi. "Kami pada tahun 2022 menyelenggarakan pertemuan pembinaan unit usaha produk hewan di 3 kabupaten yaitu Lampung Selatan, Bandar Lampung dan Lampung Tengah," kata Lili.

Baca juga:  NasDem Lampung Peduli Anak Yatim dan Tunanetra

Ia mengatakan dengan melakukan sosialisasi di Lampung Tengah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha yang ada di daerah setempat akan pentingnya sertifikasi NKV sebagai jaminan keamanan pangan. Adapun pertemuan tersebut mengundang 30 pelaku usaha di setiap lokasi yang ada di Lampung Tengah.

"Bentuk pengawasan meliputi pengawasan pre market, dengan melakukan sertifikasi NKV pada unit usaha produk hewan. Kami bersama dengan 10 auditor bertugas untuk mengaudit unit usaha yang direkomendasikan dinas kabupaten/kota dan menerbitkan sertifikasi NKV bagi unit usaha yang memenuhi persyaratan," ujar dia.

Dia menjelaskan hingga saat ini jumlah unit usaha yang telah mendapatkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner sampai Oktober 2022 terdapat 88 unit usaha. Diantaranya Level 1 sebanyak 18 unit usaha, Level II sebanyak 50 unit usaha, dan Level III sebanyak 20 unit usaha. Meliputi budidaya unggas petelur, ritel, gudang berpendingin, gudang kering, pengumpulan, pengemasan dan pelabelan telur konsumsi, usaha pengolahan daging, usaha pengolahan susu dan usaha penampungan susu.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar