#PMI#Covid-19

Sertifikasi CPOB Jadi Kendala Transfusi Plasma Darah

( kata)
Sertifikasi CPOB Jadi Kendala Transfusi Plasma Darah
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung sedang mematangkan program transfusi plasma darah. Saat ini program itu masih terkendala sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung dr Aditya Biomed mengatakan CPOB merupakan syarat melakukan pengolahan obat. Sertifikat CPOB sangat diperlukan sebagai legalitas pengelolaan plasma konvalesen darah.

Aditya juga menjelaskan, penilaian sertifikasi telah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 15-18 Desember 2020.  

"Sedang dalam proses penilaian sertifikasi CPOB, mudah-mudahan lolos," kata Aditya, Minggu, 20 Desember 2020.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini telah memiliki alat penyaring komponen darah atau aferesis. Selain itu, meski belum mendapatkan sertifikasi, ia mengklaim telah memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang terlatih untuk mengambil dan mengolah plasma konvalesen.

"Semoga awal tahun sudah keluar sertifikasinya,"  kata dia. 

Ia memaparkan, antibodi pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 berada dalam plasma konvalesen. Plasma tersebut tersimpan dalam sel-sel darah pasien.

Transfusi plasma bisa membantu pasien Covid-19 membentuk imun tubuh untuk melawan virus. Hal itu bisa dilakukan dengan cara transfusi seperti donor darah biasanya.

"Antibodi bisa diambil dengan cara mengambil darah pasien yang telah sembuh, kemudian diambil plasmanya untuk ditransfusikan kepada pasien lainnya," terang Aditya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar