#tajuklampungpost#wisatalampung#mengatasisampah
Tajuk Lampung Post

Serius Mengatasi Sampah

( kata)
Serius Mengatasi Sampah
dok Lampost.co

PARIWISATA Lampung tengah bergairah. Keberadaan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) terbukti memberi andil besar bagi sektor pariwisata di Bumi Ruwa Jurai terutama sektor wisata bahari.

Hal itu tampak jelas saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 lalu. Berbagai tempat wisata pantai, hotel, pusat perbelanjaan, dan pusat oleh-oleh Lampung mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Lampung menjadi destinasi baru liburan akhir tahun.

Menurut data Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, pada periode Januari hingga Juni 2019 jumlah kunjungan wisatawan Lampung menembus angkaa 4 juta lebih. Capaian tersebut dapat dipastikan meningkat drastis jika melihat fenomena libur Nataru 2020.

Momentum kebangkitan pariwisata bahari di Lampung pascabencana tsunami yang melanda pada akhir tahun 2018 lalu tentu harus dijaga. Salah satu persoalan yang perlu mendapatkan penanganan serius adalah masalah persampahan yang mencemari Teluk Lampung. Jika tidak, sampai akan menjadi ancaman serius wisata bahari di Lampung.

Ancaman sampah di Teluk Lampung bukanlah isapan jempol belaka. Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung memantau delapan daerah pengairan sungai (DPS). Hasilnya permasalahan sampah di wilayah pesisir Teluk Lampung didominasi dari Kota Bandar Lampung.

Manajemen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung menyatakan Kota Bandar Lampung dengan jumlah penduduknya mencapai 1,3 juta orang memiliki potensi sampah yang kian bertambah. Saat ini potensi sampah dari Kota Tapis Berseri lebih dari 800 ton. Bahkan, buangan industri berdampak pada turunnya kualitas air sungai, kawasan hulu, dan sempadan sungai.

Permasalahan sampah ini harus ditangani bersama dengan melakukan aksi nyata agar nilai indeks kualitas air, udara, dan tutupan lahan bisa membaik. Semua pemangku kepentingan harus mempunyai semangat yang sama untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Kita juga ingin pemerintah, pemangku kebijakan, serta warga konkret menangani masalah yang tak kunjung selesai ini. Baiknya, mulai perhatikan lingkungan sekitar, mulai dari sekolan yang pampat, membuat penampung sampah, dan hindari buang sampah ke sungai.

Serius menangani sampah berarti kita serius mengembangkan pariwisata, khususnya wisata bahari di Lampung. Jangan sampai momentum Lampung sebagai destinasi baru wisata bahari justru melempem dikemudian hari lantaran persoalan sampah. Para wisatawan datang ke Lampung tentu ingin menikmati keindahan dan kebersihan pantai dan bukan lautan sampah.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar