#kesehatan#mag#asamlambung

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Mag dengan Asam Lambung

( kata)
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Mag dengan Asam Lambung
Penyakit lambung. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Banyak orang menganggap mag dan asam lambung adalah penyakit yang sama. Meskipun gejala dari keduanya mirip, faktanya penyakit mag dan asam lambung merupakan penyakit yang berbeda.

Untuk mag merupakan kondisi di mana asam lambung tetap berada di dalam lambung. Hanya saja karena beberapa faktor menyebabkan asam lambung yang diproduksi terlalu banyak. Sehingga asam lambung mengikis lapisan pelindung yang seharusnya melindungi lambung.

"Maka menyebabkan asam lambung itu langsung kontak dengan dinding lambung tanpa adanya penghalang,” ujar Nurlitha Sepadiananti, salah satu dokter di IGD RS Keluarga Sehat, Pati.

Menurut dia, kondisi ini akan menyebabkan iritasi pada lambung dan menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, nyeri perut sebelah kiri atas, kemudian perut terasa begah, dan kembung. Bisa juga disertai mual dan muntah.

“Sedangkan asam lambung, dalam dunia kedokteran dikenal dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Ini merupakan satu kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan. Jadi asam lambung yang harusnya tetap berada di dalam lambung, dia naik ke atas karena beberapa faktor juga,” ujar dia.

Asam lambung ini menyebabkan beberapa gejala seperti tidak nyaman di dada. Dada rasanya terbakar, terasa nyeri, lidah pahit, kerongkongan terasa pahit, dan disertai mual dan muntah.

“Nah untuk gejala dari GERD ini bisa menyebabkan nyeri dada, cuma harus hati-hati. Kalau misal nyeri dada menjalar ke belakang atau ke bagian lain dan ditandai dengan keringat dingin, itu bisa mengarah ke serangan jantung,” terangnya.

Untuk penyebab mag dan asam lambung ini, menurut dia cukup banyak. Bisa menyebabkan stres dan bisa menyebabkan asam lambung naik dan semakin banyak.

“Untuk makanan sendiri, yang paling sering menyebabkan hal ini terjadi adalah makanan-makanan terlalu berminyak, berlemak, makanan-makanan terlalu asam, dan pedas. Kemudian makanan yang mengandung banyak gas seperti buah nangka, minuman bersoda, dan kopi. Itu bisa menyebabkan penyakit ini,” tutupnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar