#kampus#covid-19

Seratusan Kampus Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19

( kata)
Seratusan Kampus Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat, M. Budi Djatmiko. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 120 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) gulung tikar akibat terdampak pandemi covid-19. Mereka memilih tutup karena tidak mampu lagi membayar gaji para tenaga pendidik.  


Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat, M. Budi Djatmiko mengatakan, banyak PTS di Indonesia yang harus tutup akibat terdampak pandemi covid-19.

"Dari total keseluruhan secara nasional terdapat kurang lebih 4.520 PTS, sebanyak 120 di antaranya yang hampir tidak bisa membayar dosen," ujarnya, Senin, 13 Desember 2021. 

Baca: Firmansyah Terpilih Jadi Ketua APTISI Wilayah II-B Lampung

 

Penurunan itu mulai terjadi di awal pandemi saat penerimaan pembayaran semester pertama hanya mencapai 30%. Namun pada akhirnya kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara daring yang mengakibatkan tidak adanya pemasukan dari yayasan atau PTS. 

"Di semester kedua dan ketiga mulai naik sampai 50 persen. Itu agak sehat, tetapi sampai sekarang belum baik. Banyak mahasiswa dan orang tua menunda perkuliahan untuk anak-anaknya karena kondisi covid-19," kata dia.  

Sementara itu, Ketua Aptisi Wilayah II-B Lampung, Firmansyah Y. Alfian mengatakan, PTS di Lampung dinilai tetap bisa mempertahankan eksistensi meski ekonomi terdampak covid-19. 

"Di Lampung ini terdapat sekitar 71 PTS yang terdaftar di Kemendikbud dan dengan kemampuan yang ada tidak kalah dengan PTN. Meskipun sampai saat ini masih terdapat kesenjangan antara PTN dan PTS, tetapi PTS di Lampung akan terus membuktikan bahwa keberadaannya memiliki tujuan yang sama yaitu mendidik anak bangsa," ujar dia.  

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar