#apbd#beritalamsel#serapananggaran#pembangunan

Serapan APBD Lamsel Rendah, DPRD Beri Rapor Merah

( kata)
Serapan APBD Lamsel Rendah, DPRD Beri Rapor Merah
Kopdar DPRD Fraksi PKS Lampung Selatan dengan awak media membahas kondisi Lamsel saat ini. Lampost.co/Perdhana

KALIANDA (Lampost.co) -- DPRD fraksi PKS Lampung Selatan memberi rapor merah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Pasalnya, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Selatan baru mencapai 52,54%.

Rendahnya penyerapan APBD Lampung Selatan yang baru mencapai Rp1,15 triliun dari pagu anggaran Rp2,19 triliun menjadi kinerja dan prestasi yang sangat buruk. "Kami sangat prihatin, ini rapor merah kalau sampai terjadi silpa diatas silpa," kata Ketua fraksi PKS Lampung Selatan, Bowo Edi Anggoro, saat kopi darat (kopdar) dengan awak media di Negeri Baru Resort, Rabu, 2 Oktober 2019.

Serapan paling rendah di alami Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan tidak profesionalnya kinerja OPD dan eksekutif. "Pelajaran mahal tahun 2018 lalu, gara-gara tidak profesionalnya eksekutif dengan PUPR," kata dia.

Menyikapi rendahnya serapan itu, Fraksi PKS akan mengajak fraksi yang lain untuk mendampingi permasalahan tersebut, meskipun sebetulnya tugas DPRD sudah selesai. "Sebenarnya tugas kami sudah selesai, ini tinggal eksekusi dari eksekusif," ujarnya.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Lampung Selatan akan memecut Dinas PUPR agar bekerja profesional di waktu yang tersisa. "Minimal serapan bisa mencaai 70 persen lah," kata dia.

Hal senada diungkap anggota DPRD fraksi PKS, Andi Apriyanto, bahwa capaian kinerja yang baru mencapai 52,54% bukan infrastruktur yang diharapkan masyarakat, melainkan berbentuk program dan kegiatan. "Ini menjadi keprihatinan bagi kita semua, kalau dulu merengek minta anggaran. Kalau sekarang sudah ada tapi tidak terealisasi," ujarnya.

Dalam kegiatan Kopdar dengan awak media membahas kondisi Lampung Selatan dan rencana pendaftaran Bakal calon Kepala Daerah dihadiri seluruh anggota Fraksi PKS diantaranya M Akyas, Imam Rohadi, Dede Suhendar dan Lukman.

Terpisah, rendahnya penyerapan APBD Lampung Selatan, merupakan cerminan kondisi Lampung Selatan yang menunjukkan belum cakapnya pemimpin saat ini. "Saya tahu baca koran hari ini kalau serapan APBD sangat rendah, menunjukkan belum cakapnya Nanang memimpin Lamsel," kata salah seorang tokoh pemuda yang enggan disebutkan namanya.

Perdhana Wibisono

Berita Terkait

Komentar