#pemkotbandarlampung#beritalampung#bandarlampung

APBD Bandar Lampung Digelayuti Beban Pegawai

( kata)
APBD Bandar Lampung Digelayuti Beban Pegawai
Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ramdhan. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung mencatat menyerap 48 persen dari Rp2,3 triliun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Tingginya serapan anggaran itu karena beban anggaran tahun lalu. 

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ramdhan, menjelaskan, kondisi itu membuat anggaran termasuk yang tinggi di Lampung.

"Sebetulnya banyak pengeluaran yang sebetulnya beban tahun kemaren, seperti bayar tenaga kontrak hutangnya dua bulan," kata Ramdhan, Rabu, 1 Juni 2022.

Dia mengakui, penggunaan anggaran hingga memasuki triwulan kedua banyak digunakan untuk belanja pegawai. Terlebih, masih ada honor tenaga kontrak yang belum dibayar tahun lalu.

"Di 2022 banyak terserap untuk belanja pegawai, gaji tenaga kontrak, THR, RT, linmas," kata dia.

Sementara penggunaan bidang infrastruktur masih sangat sedikit. Ramdhan mengatakan, pembangunan infrastruktur akan fokus menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Bandar Lampung mendapatkan anggaran PEN Rp149 miliar. Namun, hingga kini penyaluran dari pemerintah pusat baru Rp16,9 miliar.

"Infrastruktur masih sedikit, akan besar jika keluar dana PEN karena fokus dengan dana tersebut," ujarnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar