#virusmyo#petambakudang#beritalamsel

Serangan Virus Myo di Tengah Wabah Covid-19 Jadi Duka Petambak Ketapang

( kata)
Serangan Virus Myo di Tengah Wabah Covid-19 Jadi Duka Petambak Ketapang
Petambak di pesisir timur Kecamatan Ketapang, Lamsel memanen dini udang akibat serangan virus myo, Rabu, 17 Juni 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono.

Kalianda (Lampost.co): Rabu, 17 Juni 2020, pagi, Anto (39) bersama sejumlah temannya menyusuri tanggul Paret 5, Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan menuju lokasi tambak. 

Sampai di sebuah kolam beralaskan karpet warna hitam diiringi gemericik air dari beberapa kincir, Anto menebar jala untuk memulai panen dini udang vaname. Teriknya mentari tidak menyurutkan niat bapak satu anak itu menebar jala terus menerus. 

Sambil menebar jalan, Anto menceritakan sepanjang 2020 ini petani udang vaname digulung kedukaan. Saat awal Covid-19 melanda Indonesia sejak Maret lalu, petambak dihadapkan dengan harga jual udang yang anjlok. Dengan ukuran 100 dihargai terjun bebas hanya Rp34 ribu per kilo.

Namun, saat harga membaik menjadi Rp57 ribu per saat ini, budidaya mereka kembali merugi karena serangan virus myo yang dibarengi kondisi air yang tidak stabil karena faktor cuaca. Para petambak pun terpaksa harus panen dini. 

"Ini ancaman serius bagi kami (petambak). Kalau tidak panen dini kerugian akan semakin besar. Apakah petambak harus merugi terus, sampai kapan kejayaan akan terulang," kata Anto di lokasi tambak udang pesisir timur Paret 5, Desa Berundung.

Dia mengatakan tantangan budidaya udang vaname kedepan semakin berat, karena produksi sulit dikatrol selama penyakit masih marak ditengah pandemi Covid-19. "Ditambah biaya produksi yang terus naik. Apakah kami masih bisa bertahan dengan kondisi seperti ini," kata Anto.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar