#tikus#pertanian#hamatikus

Serangan Tikus Sawah di Metro Timur Makin Parah

( kata)
Serangan Tikus Sawah di Metro Timur Makin Parah
Salah seorang petani di Yosodadi, Metro Timur, Ari Prasetianto melakuan penyemprotan pupuk perangsang daun dan berharap kerusakan dapat diatasi. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Hama tikus sudah menjadi momok bagi petani di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur. 

Petani di Yosodadi, Ari Prasetianto mengatakan, hama tikus tidak hanya menyerang petak sawah miliknya saja. Tapi, hampir semua lahan yang masuk masa taman sudah dimakan tikus. 

"Milik saya 70 persen yang dimakan tikus. Dan yang lain juga mengalami hal serupa," kata dia, Senin, 21 Juni 2021. 

Baca: Tikus Terus Merusak Puluhan Hektare Kebun Jagung

 

Dia menjelaskan, penanggulangan yang dilakukan saat ini hanya dengan cara memupuk kembali tanaman yang sudah terserang tikus. 

"Dengan menyemprot pupuk perangsang tumbuhnya tunas baru. Agar kembali pupus lagi, daunnya jadi tumbuh lagi. Ada harapan besar jika tikusnya ini sudah pergi, namun kalau masih ada ya akan sia-sia saja," ujarnya. 

Dia menambahkan, hingga di usia padi 40 hari serangan tikus ini semakin parah. Rata-rata yang terjadi batangnya dimakan hingga habis.

"Kalau prediksi saya karena masa tanam di Yosodadi lebih dulu dibandingkan sawah di desa Adirejo, Lampung timur. Ini kan kita berbatasan, saya yakin jika kita sama-sama taman tikus tidak akan berpusat di sini saja. Tikus akan menyebar," tambahnya. 

Dari penyuluh sudah melakukan gerakan pengendalian (gerdal) seperti gropyokan, memasang umpan racun, dan rutin mengecek apakah masih tersisa tikus. 

"Padi semakin besar tikus malah kian bertambah banyak. Kalau dulu itu sehari 50 ekor," kata dia. 

Ditempat terpisah, Kartiko, yang juga petani di Yosodadi mengatakan serangan hama tikus ini nyaris tidak bisa diatasi. 

"Mungkin hanya dengan obat. Itu juga tergantung dari petaninya, mau telaten atau tidak. Ada yang dipasang racun dengan menggunakan kepiting kecil," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar