#internasional#serangan-bersenjata#mali

Serangan Bersenjata Tewaskan 21 Orang di Mali

( kata)
Serangan Bersenjata Tewaskan 21 Orang di Mali
Ilustrasi - Medcom.id.

Bamako (Lampost.co) -- Serangan kelompok bersenjata ke sebuah desa menewaskan 21 orang di Mali. Serangan terjadi di tempat yang sama dalam aksi pembantaian sipil terburuk di Mali tahun lalu.

Pemerintah Mali belum memastikan siapa pelaku penyerangan di Ogossagou, Fulani wilayah Mali bagian tengah, Jumat pagi, 14 Februari. Wali Kota Bankass Moulaye Guindo yang wilayah terdekat dengan lokasi kejadian mengatakan setidaknya 20 orang tewas.

Dia mengatakan serangan terjadi kurang dari 24 jam setelah pasukan keamanan Mali yang berada di lokasi meninggalkan pangkalan mereka.

Dalam serangan Maret tahun lalu di Ogossagou, serangan kelompok milisi menewaskan 150 warga sipil. Kekerasan etnis dan kelompok jihad meningkat di Mali.

"Mereka datang dan menembak semua yang bergerak," kata Hamadou Dicko dari asosiasi Fulani Tabital Pulaaku seperti dilansir Reuters.

Seorang juru bicara militer mengatakan tentara telah dikerahkan untuk menanggapi serangan itu. Namun mereka membantah meninggalkan lokasi kejadian saat serangan terjadi.

Penduduk Mali Tengah mengkritik tentara karena gagal melindungi mereka. Aksi kekerasan membuat 200 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan meninggalkan rumah mereka.

Para pejabat Mali mengatakan mereka mencurigai kelompok Dan Na Ambassagou, kelompok Dogon anti-jihad yang melakukan pembantaian tahun lalu di Ogossagou. Kelompok ini menyangkal tanggung jawab.

Pasukan Prancis turun ke Mali sejak 2013 mengusir kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Al Qaeda yang telah merebut Mali utara tahun sebelumnya. Tetapi kelompok gerilyawan muncul kembali. Hal ini memicu persaingan etnis di Mali bagian tengah.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar