#pembangunan#jalan#lamteng

Seputih Mataram Usul Pembangunan Belasan Ribu Meter Jalan

( kata)
Seputih Mataram Usul Pembangunan Belasan Ribu Meter Jalan
Ketua DPRD Lamteng Sumarsono ikut menandatangani berita acara musrenbang di Seputih Mataram.


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sejumlah kampung di Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah mengusulkan pembangunan infrasturkur. Diantaranya 12 ribu meter hotmix, enam ribu meter rigid beton, ribuan meter drainase, 26 unit sumur bor dan ribuan meter onderlagh.

Usulan itu dibacakan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2021 di aula kecamatan setempat, Selasa, 11 Februari 2020.

Kepala Bappeda Lampung Tengah Roni Witono mengatakan usulan tersebut merupakan hasil musyawarah berjenjang dari tingkat kampung bahkan mulai dari tingkat dusun.

Biasanya, usulan yang sudah tersusun secara baik akan direalisasikan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Range realisasi untuk Seputih Mataram diperkirakan bisa mencapai 67-95 persen dari usulan.

"Saya sudah sempat merekap, rangenya yang bisa terakomodasi berdasarkan usulan tadi sekitar 67-95 persen," kata Roni.

Menurut Roni, sepanjang ada kesesuaian pokok pikiran, antara usulan dalam musrenbang dan hasil jaring aspirasi anggota dewan melalui reses, maka tingkat realisasi usulan tersebut jadi tinggi.

Terkait kemungkinan usulan yang masuk pada musrenbang 2021 direalisasikan di 2020, menurut Roni bisa saja, jika itu memang prioritas dan anggaran tersedia.

Camat Seputih Mataram Eko Medianto mengatakan pihaknya tetap berkoordinasi dengan anggota dewan dari dapil setempat untuk mendorong agar usulan dari Seputihmataram terakomodir.

“Tetapi tak hanya itu, melalui musyawarah OPD, unit-unit pelaksana teknis dinas terkait juga dilakukan upaya mendorong agar tingkat realisasi usulan tinggi,” ujarnya.

Khusus untuk kampung yang belum mengajukan usulan, masih bisa disusulkan sampai pengajuan resmi melalui kecamatan ke kabupaten.

Ketua DPRD Lamteng Sumarsono yang hadir dalam acara tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mengawasi pembangunan baik yang sudah maupun yang akan datang.

Sumarsono menegaskan, jika bangunan-bangunan baru sudah rusak dalam waktu singkat, maka harus dicari penyebabnya. Jika ada penyelewengan maka aparat penegak hukum harus bertindak. "Saya tidak perduli mau kader partai atau siapapun yang membangun, kalau ada penyelewengan harus ditindak," kata Sumarsono.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar