#pasanganmesum

Sepasang Muda-mudi Tak Bisa Tunjukkan Surat Nikah saat Warga Protes Keberadaan Losmen

( kata)
Sepasang Muda-mudi Tak Bisa Tunjukkan Surat Nikah saat Warga Protes Keberadaan Losmen
Sepasang muda-mudi diinterogasi warga usai dipergoki menginap di losmen ilegal di Desa Negeri Sakti, Gedongtataan, Pesawaran, Rabu, 30 Desember 2020. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Masyarakat Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran memasang spanduk petisi penutupan losmen. Mereka mengaku geram dengan keberadaan losmen yang berdiri tanpa izin.

Kepala Desa Negeri Sakti Gema Sukma Jaya mengatakan pemasangan spanduk penutupan juga dilakukan karena masyarakat sekitar mulai resah dengan sering ditemukannya pasangan mesum yang menyewa losmen tersebut.

"Pada tahun 2015 losmen yang terletak dekat Tugu Cokelat tersebut mulanya didirikan sebagai tempat usaha fotokopi dan warung. Sejak saat itu kami sudah sering mengingatkan agar tutup karena memang tidak berizin," ujar Gema. Rabu, 30 Desember 2020.

Seiring berjalannya waktu, kata Gema, dari tempat tersebut sering terlihat pasangan muda-mudi keluar yang tidak jelas apakah memiliki status menikah atau hanya melakukan perbuatan asusila.

"Saat hendak melakukan pemasangan petisi penutupan tempat yang ditandatangani puluhan masyarakat desa pun didapati tiga pasangan yang sedang ngamar," kata dia. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, dari keterangan ketiga pasangan tersebut salah satunya belum memiliki ikatan perkawinan yang sah. Sedangkan dua yang lain telah menikah.

"Kami minta kepada pihak keluarga bagi pasangan yang belum menikah untuk datang ke Balai Desa Negerisakti dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut," tegas Gema. 

Menurutnya, dari ketiga pasangan yang menyewa losmen, hanya satu pasangan yang tidak bisa menunjukan surat nikah, yaitu Ws (26) warga Kecamatan Kedondong dan IS (33) warga Kecamatan Padangcermin. 

"Jadi masyarakat meminta agar tempat tersebut ditutup karena berpotensi merusak nama baik Desa Negeri Sakti," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar