#wartawan#jurnalis

Seorang Wartawan Kritis Usai Minum Kiriman Minuman Beracun

( kata)
Seorang Wartawan Kritis Usai Minum Kiriman Minuman Beracun
Keracunan. Ilustrasi


Pasuruan (Lampost.co) -- Seorang wartawan di Pasuruan keracunan dan dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi minuman kemasan dari paket misterius yang diterimanya, Senin, 29 Agustus 2022.

Dugaan sementara, minuman tersebut berisi racun yang disuntikkan. Belum diketahui pengirim paket makanan dan minuman itu. Namun, di luar kemasan tertera logo dua media cetak di Pasuruan. 

Atas kejadian itu, Tim Inafis Polres Pasuruan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban di Desa Tambaan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Petugas juga mengamankan sebuah bekas botol air kemasan yang diduga penyebab korban kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: 3 Wartawan Pemeras ASN Lampung Ditahan

Selain itu mereka juga mengamankan paket sembako misterius itu untuk diuji laboratorium. Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat korban mendapat paket sembako yang dikirim ojek online ke rumah korban atas nama dua media lokal di wilayah Pasuruan.

Tanpa curiga, korban meminum botol minuman kemasan dalam paket tersebut. Namun, baru sesaat menenggak minuman, korban langsung muntah-muntah hingga tak sadarkan diri. Keluarga yang panik lantas melarikannya ke Rumah Sakit Masyitoh Bangil. 

Atas insiden itu kepala biro media yang tertera pada paket makanan tersebut, Nur Laily Arifiyah, mengatakan pihaknya tidak pernah mengirimkan paket tersebut ke rumah korban. Pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

"Kami tidak pernah mengirimkan paket apa pun kepada Saudara Adim. Kami juga mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini," katanya.

Hal sama juga disampaikan manajemen media cetak lainnya Maya Rahma. Dia mengakui logo yang tertera pada kiriman paket tersebut miliknya. Namun dimanipulasi pengirim.

"Kami tidak pernah mengirim paket kemerdekaan kepada semua pihak. Logo kemerdekaan itu disunting dari semula 75 diganti menjadi 77," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terkait air yang diduga berisi racun tersebut. "Kami masih lakukan penyelidikan," ujarnya. 

Korban Adim kini dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar atau RSSA Kota Malang untuk memastikan penyebab dirinya kritis usai minum air kemasan tersebut.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar