#obituarium

Pentolan MACI Lampung, Big Berry Berpulang saat Touring

( kata)
Pentolan MACI Lampung, Big Berry Berpulang saat Touring
Suko Barisman Pitoro alias Big Berry. Istimewa


Bandar lampung (Lampost.co) -- Penggemar motor antik dan klasik di Lampung berduka. Salah satu pentolan Motor Antieq Club Indonesia (MACI) Lampung, Suko Barisman Pitoro (61), berpulang tatkala sedang menjalankan hobinya, touring menggunakan motor besar, di Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul 19.00 WITA, Sabtu, 19 Maret 2022.

Big Berry, julukannya, masyarakat biasa, seorang penggemar sepeda motor besar antik dan klasik tapi pergaulannya melampaui daerah dan negaranya. Dia menjahit persaudaraan lewat hobi touring sepeda motor antik ber-CC besar.

Sesuai julukannya, Big Berry, tubuhnya tinggi besar. Dia melindungi soliditas klubnya 30 tahun lebih dengan motto "Karena Kita Berteman Lebih dari Saudara."

Beliau menjabat sebagai ketua harian Motor Antique Club Indonesia (MACI) Lampung sekitar 10 sampai 11 tahun sebelum digantikan dengan Dendi Romadona dan sekarang dijabat Umar Ahmad.

Di Bikers Subuhan, dia juga disegani dan dihormati. Bersama klub yang diawali Sani Rizani dkk itu, Big Berry bersama-sama komunitasnya mengasah relegiusitas dengan salat subuh dari masjid ke masjid serta menggelar pengajian setiap akhir pekan.

Bang Berry, panggilannya, menghembuskan napas terakhir di tepi u turn Jalan Raya BIL 1, Dusun Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari rumahnya, Jalan Tupai, Gang Bakti No. 126, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, dia touring sendirian naik sepeda motor modifikasi bermesin Harley Davidson Sportster plat BE 2409 ALB pada 3 Februari 2022.

Big Berry menjelajah ke NTB untuk menyaksikan MotoGP 2022 yang pertama digelar di Indonesia. Dia sepertinya tak ingin kehilangan momen bersejarah berupa lomba balap sepeda motor pertama tingkat dunia di negerinya, di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Pulau Lombok.

Dalam perjalanan itu, dia mampir ke teman-teman klub MACI di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali. Bahkan, dia sempat melayat Hero Hendro Koesworo (Dodot), putra salah pendiri MACI Wariyok Amak di Surabaya, Jawa Timur, 10 Maret 2022.

Perjalanan touring ke NTT merupakan yang kesekian kalinya bagi Big Berry dalam menjahit persahabatan dengan saudara sesama penggemar motor sekaligus keluarga besar dan sahabat lainnya yang bertaburan di banyak daerah.

Sebelumnya, dia juga solo riding ke Nol Kilometer di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), September 2021. Setiap provinsi yang dilaluinya, Big Berry selalu silaturahmi ke teman-teman bikers.

Big Berry juga dua kali menjelajah ke Thailand. Di Thailand dan Malaysia, kakek satu cucu ini juga punya banyak sahabat sesama penggemar motor. Dia terus menjahit persahabatan antaranak bangsa lepas dari hiruk-pikuk politik dan lainnya.

Sahabatnya juga tak hanya sesama penggemar motor. Banyak pengusaha dan pejabat yang mengenalnya. Dalam situasi penting dan genting para sahabatnya, Big Berry selalu berada dekat mereka. Dia ikut memastikan semua berjalan baik.

Sampai jantungnya memaksanya turun dari motor di jalan Raya BIL 1. Ditepikan motor besarnya dan rebahkan tubuh besarnya di tepi jalan. Sampai anggota pos GMS menemukannya tertidur lelap selamanya. Dengan cepat, kabar itu menggema di antara para penggemar motor besar se-Indonesia.

Jenazahnya kemudian tiba di Lampung Minggu, 20 Maret 2022. Semua sahabat motornya menyambut jenazah menggunakan motor dari Bandara Radin Inten II. Big Berry akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Tokoh Lampung Thomas Aziz Riska yang juga menjadi sahabat Big Berry, mengaku saat kehilangan sosok bersahabat. "Big Berry merupakan sosok bersahja yang mengenalkan pada hoby motor antik dan juga Harley Davidson. Saya amat kehilangan dan mendoakan beliau di tempat yang layak di sisi Allah swt." kata Thomas.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar