#mafiatanah

Seorang Jaksa di Lamsel Bantah Terlibat Mafia Tanah

( kata)
Seorang Jaksa di Lamsel Bantah Terlibat Mafia Tanah
Jaksa AM melaporkan tuduhan mafia tanah terhadapnya ke Polda Lampung. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang jaksa inisial AM, membantah tudingan terlibat permainan mafia tanah. 

Dia menilai lahan 10 hektare di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lamsel, itu secara sah miliknya dan mempunyai bukti kuat kepemilikan.

Kuasa Hukum AM, Mario Andreansyah, menjelaskan tuduhan mafia tanah terhadap kliennya itu tidak benar. Proses jual beli tanah tersebut dilakukan dihadapan PPAT selaku pejabat yang berwenang terhadap jual beli tanah. Proses penerbitan ke enam SHM-nya pun sesuai ketentuan.

"Proses pengajuannya sesuai dengan syarat yang ditetapkan Kantor Pertanahan Lamsel. Diantaranya pengukuran oleh pejabat BPN dan disaksikan warga setempat serta diketahui Pamong Desa setempat. Klien Kami juga membayar BPHTB, PBB, dan sebagainya," kata Mario, Selasa, 8 Maret 2022. 

Setelah SHM terbit, AM langsung memberitahu kades dan warga yang menempati tanah kliennya, serta memasang plang di tanah tersebut.

"Namun, setelah lebih dari satu setengah tahun, tidak ada pihak yang keberatan atau menggugat SHM itu ke pengadilan. Itu berarti, warga yang menempati tanah tersebut menyadari mereka menempati lahan milik klien Kami,"ujarnya.

Menurut dia, jika lahan tersebut tidak sah milik kliennya, bisa dilakukan upaya hukum. "Kami persilahkan diuji di pengadilan, jangan hanya beropini," ujarnya.

Sementara itu, atas tudingan tersebut juga pihaknya melaporkannya ke Polda Lampung sebagaimana dalam Laporan Polisi Nomor :STTLP/B/273/III/2022/SPKT/POLDA LAMPUNG tanggal 07 Maret 2022.

"Permasalahan ini kami laporkan ke Polda Lampung. Kami serahkan sepenuhnya permasalahan ini ditangani dan diproses agar terungkapnya kebenarannya. Sehingga cepat menemui titik terang," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar