sekolahdaring

Seorang Ibu Rela Kredit HP Agar Sang Anak Bisa Belajar Daring

( kata)
Seorang Ibu Rela Kredit HP Agar Sang Anak Bisa Belajar Daring
Yanti, warga Jalan Cendana 2, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Andi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sistem belajar dalam jaringan (Daring) atau online masih menjadi kendala siswa khususnya bagi orangtua siswa. Lantaran para siswa diwajibkan mempunyai ponsel android yang terkoneksi dengan internet. 

Untuk keperluan anak belajar sistem Daring, setiap orangtua harus menyediakan gadget. Bahkan ada orangtua yang rela kredit agar anaknya bisa mengikuti belajar mengajar sistem Daring.

Salah satunya disampaikan Yanti, warga Jalan Cendana 2, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Ia mengaku rela kredit handphone android agar bisa digunakan anaknya untuk belajar di rumah via online. 

"Ya mau nggak mau saya dan suami terpaksa kredit handphone android ini supaya bisa digunakan anak belajar. Sebulan saya bayar Rp400 ribu selama 8 bulan," ujarnya, saat ditemui di sekitar kediamannya, Kamis 23 Juli 2020.

Tak hanya gadget, sepasang suami istri Fadil dan Yanti juga harus mengurangi uang belanja untuk keperluan makan sehari-hari. Karena dipakai untuk membeli kuota internet. Apalagi pekerjaan sang suami hanya buruh, sedangkan dirinya ibu rumah tangga. 

"Setiap minggu saya harus sisihin uang dapur untuk beli kuota. Apalagi anak saya ada dua yang sekolah, yang satu SMA dan satu lagi SD. Jadi bisa Rp20 ribu setiap minggu," terangnya. 

"Jadi aturan hari ini bisa makan ikan, terpaksa makan tahu tempe karena harus beli kuota. Jadi kendala sistem daring yakni kuota, ini sangat memberatkan," sambungnya. 

Dia berharap kedua anaknya dapat sekolah seperti biasa dan wabah virus Covid-19 atau korona cepat hilang agar aktivitas seluruhnya kembali berjalan normal. 

"Saya berharap sekolah seperti biasa, dan wabah virus korona cepat hilang, karena belajar di rumah itu rumit," tandasnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar