#pencabulan#asusila

Seorang Guru Ngaji Dilaporkan Cabuli 8 Santri

( kata)
Seorang Guru Ngaji Dilaporkan Cabuli 8 Santri
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana di Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak delapan anak di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan seorang guru ngaji inisial AF di Kelurahan Bukit Kemiling Permai, Kemiling, Bandar Lampung.

Kasus itu terungkap berdasarkan laporan 5 korban yang didampingi orangtuanya ke Polsek Kemiling, pada Rabu malam, 13 Oktober 2021, sekitar pukul 20.00 WIB.

Atas laporan itu, petugas berkoordinasi dengan Polresta Bandar Lampung dan mengumpulkan keterangan dan alat bukti sesuai Pasal 184 Ayat 1 KUHP untuk menguatkan bukti permulaan.

Kapolsek Kemiling, Iptu Irwansyah, mengatakan kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Bandar Lampung. "Kami limpahkan ke unit PPA Polresta Bandar Lampung," kata Irwan, Jumat, 15 Oktober 2021.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana, mengatakan berdasarkan penyelidikan korban pencabulan tersebut sebanyak delapan anak di bawah umur. Namun, laporan masih diberikan lima orang tua. 

Untuk itu, pihaknya masih menunggu adanya korban lainnya untuk segera melapor ke Polresta.

"Awalnya para korban melapor ke Polsek Kemiling, sekarang perkara ini kami tarik ke Polresta," kata Devi.

Sementara ini, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendapatkan keterangan, petunjuk, dan bukti-bukti tindak pidana yang terjadi.

Namun, saat ini terduga pelaku pencabulan itu kini dikabarkan tidak lagi berada di rumahnya. Walaupun begitu, pihaknya sudah mengetahui identitasnya.

"Rata-rata korban sekitar rumah terduga pelaku. Kami masih melengkapi bukti-bukti visum dari korban," katanya.

Atas perbuatan itu, pelaku dapat dijerat Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau paling singkat lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar