#karawitan#kesenian#beritalampura

Seni Karawitan Tergerus Pandemi Covid-19

( kata)
Seni Karawitan Tergerus Pandemi Covid-19
Aktivitas anggota Sanggar Karawitan dan Seni Mardi Wiromo sebelum pandemi korona. Foto: Dok


Kotabumi (Lampost.co): Senyap. Seperangkat alat musik gamelan yang terdiri atas saron, bonang, rebab, gendang, gong, dan sebagainya itu kini tampak berdebu dan hanya tersimpan di gudang sejak terjadi pandemi Covid-19. Semua aktivitas berkesenian yang mengumpulkan banyak orang dihentikan.

"Latihan seni karawitan seminggu sekali yang sebelumnya digelar di kediaman saya, terpaksa dihentikan sejak terjadi wabah covid-19," ujar Ketua Sanggar Kerawitan dan Seni Mardi Wiromo, Desa Ratuabung, Kecamatan Abung Selatan, Liono, dikediamannya, Kamis, 18 Juni 2020.

Baginya, dampak pandemi yang tidak diketahui akan berakhirnya itu telah mematikan kreativitas seniman maupun pekerja seni di Lampung Utara. Hal itu berakibat harapan dia beserta anggota sanggar untuk tetap melestarikan budaya leluhur tergerus wabah korona.

"Semua anggota Sanggar Karawitan dan Seni Mardi Wiromo sudah pada sepuh. Anggota termuda dalam kelompok kerawitan yang masih aktif berusia 47 tahun dan itu adalah saya sendiri," kata Liono. 

Belum lagi, lanjut dia, seni karawitan yang dulunya pernah berjaya di era 90-an, tapi seiring perjalanan waktu sekitar tahun 2000 seni tradisi itu terus mengalami kemunduran karena tersisih dengan musik kontemporer yang dinilai kalangan tertentu lebih modern. 

"Minimnya minat generasi muda untuk mau belajar seni karawitan ditambah usia kami yang makin renta serta pertimbangan risiko kesehatan selama pandemi akan mempercepat kesenian ini di ambang kepunahan," kata dia. 

Dia menilai penerapan new normal sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak agak rumit diterapkan. Sebab, perlu ruang berkreasi yang luas karena jenis alat musik gamelan ukurannya lebih lebar jika di bandingkan dengan alat musik modern sehingga penempatannya lebih menyita ruangan.

"Belum lagi kalau alat musik itu dilengkapi jumlah pemainnya bisa lebih dari 30 orang," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar