#arabsaudi

Semua Jemaah Haji Lampung Telah Berangkat ke Arab Saudi

( kata)
Semua Jemaah Haji Lampung Telah Berangkat ke Arab Saudi
Seluruh jemaah haji dari kloter 28 Provinsi Lampung saat memasuki Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa, 21 Juni 2022. (Lampost.co/Deta Citrawan)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seluruh jemaah haji dari Lampung telah berangkat menuju Arab Saudi. Kelompok terbang (Kloter) terakhir yaitu kloter 28 telah masuk Asrama Haji Lampung menyusul kloter sebelumnya yang telah terbang.


Pelaksana Tugas (Plt) Kabid PHU, Kanwil Kemenag Lampung, Akhor Wiwit Sudiono mengatakan, seluruh jemaah kloter terakhir hari ini telah masuk Asrama Haji untuk dicek baik berkas keberangkatan maupun kesehatan. 

"Ini yang sudah masuk Asrama Haji kloter 28 merupakan kloter terakhir. Terdiri dari Bandar Lampung, Tanggamus, Way Kanan, Pesisir Barat, Lampung Timur, dan Kota Metro jumlah jemaah 410," ujarnya, di ruang kerja, Selasa, 21 Juni 2022. 

Menurut Akhor Wiwit, hasil tes PCR jemaah yang memasuki embarkasi Rajabasa sangat penting. Oleh karena ini adalah kloter terakhir, jika didapati jemaah yang positif covid-19, tidak bisa mengikuti keberangkatan tahun ini. 

"Alhamdulillah untuk dua kabupaten yaitu Pesisir Barat dan Way Kanan, seluruh jemaahnya negatif hasil tes PCR. Begitu juga kesehatan jemaah yang telah berada di Arab Saudi. Meski ada beberapa akibat kelelahan, sejauh ini masih aman," ungkapnya. 

Kemudian, informasi yang didapat sampai saat ini, dari delapan kloter yang telah berangkat menuju Arab Saudi, tersisa satu kloter yang masih berada di Madinah. Selebihnya, telah memasuki Makkah.  

"Hanya satu kloter yang masih di Madinah sisanya sudah memasuki Makkah. Apalagi di kloter 26 dan 28 karena memang gelombang kedua dari Indonesia langsung menuju ke Makkah untuk menyelesaikan umrahnya," kata dia.  

Baca juga: 393 Jamaah Kloter 2 Lampung Masuk Asrama Haji

Di sisi lain, Pelaksana Subbid Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Rama mengatakan setiap jemaah dari seluruh kloter terdapat sebuah gelang yang dipakaikan untuk mengidentifikasi data pribadi jemaah. 

"Dari kloter mana, provinsi, nama, itu untuk kepentingan identitas di Arab Saudi. Selain itu, terdapat kartu ID yang dipakai jemaah untuk di scan barcode ketika di sana (Makkah)," ujar dia.   

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar