#mesuji#kebakaran#beritalampung

Sempat Padam, Api Kembali Muncul di Mesuji

( kata)
Sempat Padam, Api Kembali Muncul di Mesuji
dok Lampost.co

MESUJI (Lampost.co) -- Titik api di Kabupaten Mesuji terlihat di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji, Minggu, 1 September 2019.

 

Api yang diduga kembali sengaja dibuat oleh oknum warga kembali membakar lahan kosong yang ditumbuhi oleh rumput liar.

 

Padahal, api di Desa Sungai Cambai yang sudah membakar lahan gambut dengan luasan mencapai 10 Ha baru saja padam.

 

Danramil 426-01 Mesuji Mayor Kav A.R Chaerul kepada Lampost.co menerangkan jika anggotanya langsung bertolak ke lokasi terjadinya kebakaran lahan.

 

"Baru saja mati di Sungai Cambai, Api kembali terlihat di  kecamatan Mesuji. Kami terus berupaya bagaimanapun caranya agar api segera padam dan tidak merugikan banyak orang," jelas Danramil di kantornya.

 

Masyarakat mengeluhkan lambannya peran pemerintah daerah dalam menanggulangi api yang sudah banyak membakar lahan di Mesuji.

 

"Suhu udara panas, ditambah lagi banyaknya lahan yang terbakar dan menyebabkan asap tebal. Kami berharap pemerintah bisa lebih sigap dalam bertindak. Jangan selalu mengandalkan Bapak TNI dan Polri," jelas Ahmadi warga Kecamatan Mesuji Timur.

 

Disisi lain, Masyarakat Desa Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, mengaku membeli air untuk kebutuhan memasak hingga Rp250 ribu per 1000 liter.

 

"Kalo mengandalkan bantuan pemerintah ya lama. Kami selama kemarau selalu membeli air untuk kebutuhan makan dan minum karena air yang ada di Desa kami rasanya sudah payau atau asin. Namun jika untuk kebutuhan mandi kami masih memanfaatkan air sumur yang asin itu," kata Warso warga di Desa tersebut.

 

Warso memaparkan jika air sebanyak 1000 liter tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan masak dan minum hingga 1 bulan lamanya.

 

"Biaya hidup disini cukup banyak jika musim kemarau. Salah satunya untuk air minum," lanjut dia.  

 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPBD Mesuji, Syahril tidak bisa dikonfirmasi baik lewat Telfon maupun pesan Whatsapp meski sudah dibaca.

Ridwan Anas

Berita Terkait

Komentar