#tower#beritalampung

Sempat Ditolak Warga, CMI Tetap Lanjutan Pembangunan Tower di Kagunganratu

( kata)
Sempat Ditolak Warga, CMI Tetap Lanjutan Pembangunan Tower di Kagunganratu
Tower setinggi 52 meter milik PT. Centratama Menara Indonesia kini telah berdiri di Kagunganratu, Tulangbawang Barat. (Lampost.co/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN (Lampost.co) -- Meski sempat diwarnai penolakan serta dugaan pemalsuan tanda tangan pada surat penerimaan pemberitahuan dari PT. Centratama Menara Indonesia (CMI) oleh warga setempat, pembangunan menara telekomunikasi setelah setinggi 52 meter di tiyuh Kagungan ratu RT001/RW004 Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat tersebut tetap berlanjut .

Bahkan dari pantauan Lampost.co, Jumat (23/3/2018) pengerjaan tower klasifikasi bangunan permanen dengan pondasi cor, rangka besi, dan lantai beton ini, sudah hampir selesai di kerjakan.

Sebelumnya kabar penolakan oleh warga terkait pendirian tower bermula dari awal pihak PT. CMI melalui karyawannya atasnama, Adi Mulyono, warga Jalan H. Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Barat, mengajukan permohonan untuk mendapatkan surat izin mendirikan bangunan (IMB) di lokasi tersebut kepada warga sekitar melalui camat Kecamatan Tulangbawang Udik tertanggal 20 Desember 2017 silam.

Hal ini dibenarkan, oleh Bowo warga yang beruntung mendapatkan uang sewa lahan sebesar Rp80 juta dari pihak perusahaan karena tanahnya dijadikan lokasi pembangunan tower dengan jangka waktu sewa 12 tahun.

"Sebelumnya memang warga menolak dan minta lokasinya digeser karena masuk radius katanya gitu, sehingga sekarang di geser di tempat saya, uang muka pembayaran sewa sebesar Rp16 juta sudah saya terima," kata Bowo.

Bowo pun tidak menolak tuduhan jika pada saat pihak perusahaan minta izin lokasi, dirinya telah memasukkan tanda tangan salah satu warga di lingkungan tersebut. "Kenapa saya menandatangani persetujuan atas nama Purwanto itu, karena sudah mendapat izin dari ibunya, orang tuanya sendiri yang nyuruh makanya saat itu sekalian saya tandatangankan," ujarnya.

Bowo berharap permasalahan tersebut tidak di perpanjangan oleh pihak-pihak yang masih berkeberatan dengan pembangunan tower tersebut, karena menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan warga yang di buat di Balai Tiyuh setempat atas prakarsa dari pemerintah Tiyuh Kagunganratu.

Ahmad Sobirin



Berita Terkait



Komentar