#tewas#tenggelam

Sempat Dilarang, Fauzan Cs Nekat Berenang

( kata)
Sempat Dilarang, Fauzan Cs Nekat Berenang
Kolam resapan lokasi tenggelamnya Fauzan. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sore itu, 16 Desember 2019 cuaca tidak mendung, tidak juga panas. Terlihat dua orang paruh baya sedang duduk di tepi kolam, keduanya memegang joran, sambil sesekali memasang cacing ke kail.

Dua pria tersebut, sedang asik memancing di kolam resapan, jalan Mata Intan, belakang Masjid Al Musa, Segala Mider, Tanjungkarang Barat.

Kolam resapan yang cukup luas disekat oleh pondasi dan membentuk tiga kolam. Di kolam bagian tengah, terdapat gubuk. Sedangkan dua pria tadi asik memancing di kolam bagian pertama yang diperikarakan luasnya 20x30 meter.

Di kolam ujung kanan terlihat beberapa orang memancing. "Di sini mah tempat mancing mas, ini saya saja bukan warga sini," ujar Rian, Waga Kedaton, sambil menunggu jorannya ditarik ikan.

Tak lama berselang, datang seorang pria warga setempat menggunakan singlet hitam dan celana pendek bernama Hartono (37). Ia mengetahui, seorang bocah bernama Fauzan (8), warga Jalan Ki Hi Agus Salim,  Gang Mangga, Rahayu, Kelurahan Kelapa Tiga meninggal dunia pada Minggu, 15 Desember 2019 usai tenggelam di kolam tersebut.

Ia mengungkapkan resapan tersebut milik seseorang bernama Hi. Nusril, yang rumahnya agak jauh dari lokasi kolam. Warga serta anak-anak juga hanya dilarang berenang. Bocah yang nekat memancing kerap diusir. Selain itu, anak buah Hi. Nusril, Edi pun setiap harinya menjaga kolam tersebut, sayangnya saat kejadian, ia sedang berada di luar kota.

"Di sini emang dilarang berenang bang, jadi kolamnya ada tiga kan, yang tengah itu nggak boleh dipancing, yang boleh yang kanan sama yang kiri,  kalau yang tengah dipiara ikan sama Hi. Sanusi, waktu itu pernah banjir jadi ikannya pindah, makanya dibolehin mancing," katanya.

Hartono menceritakan, dulunya kolam resapan tersebut merupakan rawa dan dijadikan pengairan untuk kebun lada, dan timun di sekitar, namun karena fungsinya sudah berubah. "ini memang mau ditutup sama pak Haji, kan beberapa sudah dipasang tembok pembatas, sebulan belakangan ini," katanya.

Saksi mata lainnya Yaya mengatakan saat itu korban alm. Fauzan dan lima rekannya datang ke kawasan kolam sekitar Minggu pagi pukul 09.00 WIB. "Mereka kan rombongan, terus saya liatin aja, mereka main di sini, ngambil buah seri, mereka juga bukan anak sini, belum berenang itu," katanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB mereka membawa bola plastik, lalu berenang. Yaya pun menegur mereka untuk tidak berenang sebelum azan dzuhur. "Saya bilang azan , jangan berenang, mereka jawab iya pak, saya liatin kan ada tuh satu yang agak gede, saya pikirnya ada lah yang jagain, terus saya tinggal," katanya.

Selesai azan dzuhur, sekitar pukul 12.10 WIB, ia pun kaget melihat para bocah tersebut menyambangi mushala dan rumah warga sambil berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan, dan Aldi pemuda sekitar langsung turun ke kolam tersebut. "Itu juga pas sudah ngambang kayaknya, itu ada sekitar 30 menit dari waktu saya tegur itu," paparnya.

Dari pemaparan Yaya, diketahui kolam tersebut jika dalam keadaan musim hujan, dalammnya  bisa mencapai 1,5 meter. "Itu kan lumpur ada bagian yang dalam ada yang juga enggak, enggak nentu di pinggir juga ada yang dalam, kalau. Lagi dalem se hidung saya, kalau lagi cetek se pinggang," paparnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar