#kuliner#promosihotel#ekbis#agustusan

Semangat Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Luncurkan Menu Makan Serba Rp74 Ribu

( kata)
Semangat Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Luncurkan Menu Makan Serba Rp74 Ribu
Swiss-Belhotel hadirkan tiga menu baru semarakkan hari Kemerdekaan ke-74. Lampost.co/Effran Kurniawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Swiss-Belhotel Lampung menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 dengan menghadirkan tiga menu terbarunya dengan membawa semangat proklamasi. Nasi Goreng Iga Merdeka, Ayam Penyet Merdeka, dan Dendeng Balado Merdeka bisa dinikmati dengan harga Rp74 ribu selama Agustus.

Executive Chef Swiss-Belhotel Lampung, Kamaluddin menjelaskan dalam menyambut hari kemerdekaan ke-74 tahun, pihaknya memanjakan konsumen dengan menghadirkan tiga menu baru bernuansa semangat kemerdekaan hanya dengan Rp74 ribu.

"Masyarakat bisa menikmati pilihan menu Nasi Goreng Iga Merdeka, Ayam Penyet Merdeka, dan Dendeng Balado Merdeka dengan harga yang murah dan sudah termasuk pilihan minuman fruit punch merdeka berupa kombinasi stroberi dengan perasan lemon dan moctail merdeka campuran dari buah naga dan sirsak," kata Kamaluddin di Swiss-Belhotel, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, menu tradisional yang dihadirkan itu dipilih dengan cita rasa pedas, sedang, hingga untuk masyarakat yang tidak terlalu menyukai pedas. Untuk menambah suasana kemerdekaan, masakan tersebut dihiasi dengan bahan-bahan berwarna merah, seperti cabe, tomat. Sedangkan pada minuman perpaduan antara stroberi dan air lemon serta sirsak dan buah naga. 

Untuk nasi goreng, lanjutnya, menampilkan hidangan yang berbeda dengan campuran potongan daging sapi di dalam nasinya dan beberapa potong iga sapi. Sementara, ayam penyet diberikan untuk memberikan kenikmatan murni ayam dalam porsi besar tanpa balutan tepung bersama nasi yang dibungkus dalam daun pisang. 

"Sekarang kan lagi tren ayam geprek dengan tepung. Tapi, kami ingin memberikan ayam murni potongan besar tanpa tepung. Menu dendeng juga kami olah hingga. Sehingga, memiliki kesan krispi. Sekarang masyarakat lebih tertarik pada makanan luar. Untuk itu, kami ingin masyarakat lebih semangat menikmati masakan tradisional," ujarnya.

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar