#feature#penjualgorengan

Semangat Ishar Jualan Gorengan demi Kuliahkan Anak

( kata)
Semangat Ishar Jualan Gorengan demi Kuliahkan Anak
Ishar saat beristirahat di tengah usahanya menjajakan gorengan dan minuman. Lampost.co/Tiyasz Ariansyah

Bandar Lampung (Lampost.co) --Siang itu, Kamis, 28 November 2019, matahari sedang terik-teriknya seorang pria paruh baya melangkah dengan barang bawaan di kedua tangannya. Lelaki itu, Ishar (55) melangkahkan kaki berkeliling berjualan gorengan mulai dari Pasar Tempel Rajabasa hingga kampus Universitas Lampung.

Satu tahun sudah Ishar mengadu nasib sebagai penjual gorengan di Bandar Lampung. Bapak dengan tujuh anak ini merupakan warga pendatang dari kampung halamannya di Lahat, Sumatera Selatan.

Bersama istri dan 3 anaknya berencana merantau ke Ibu Kota Jakarta untuk mengikuti anak ke-5-nya yang saat ini berkuliah di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Sambil menyeka keringat di wajahnya, Ishar menceritakan perjuangnnya bekerja demi menyekolahkan anaknya hingga bangku kuliah. "Saya selalu melakukan pekerjaan dengan semangat meskipun hasil yang didapat seadanya. Berapa pun hasil yang diperoleh saya kirimkan untuk anak yang berkuliah di UI dan sisanya untuk membiayai sekolah adik-adiknya dan kebutuhan sehari-hari," kata dia.

Jika penghasilannya tidak mencukupi, biasanya dia meminjam uang untuk menutupi kebutuhan. Namun, Ishar kondisi itu tak membuatnya putus asa untuk terus berusaha mencari rezeki demi pendidikan anak-anaknya.

Selama anak-anaknya memiliki keinginan dan semangat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dia akan berupaya untuk mewujudkannya. "Saya optimis dapat menguliahkan dua anak saya yang lainnya," ujar dia seraya membetulkan topinya.

Dari lima anaknya, yang pertama tidak berkuliah dan telah berkeluarga. "Dua anak saya sudah merasakan berkuliah dan dua anak termuda saya saat ini masih SMP dan SD. Saya yakin dapat membawa mereka merasakan perguruan tinggi dengan usaha yang saya lakukan," kata dia.

Usaha dia menjajakan dagangannya dibantu anak ke-4 yang baru lulus perguruan tinggi swasta di Sumatera Selatan. "Anak saya juga ikut berjualan di Jalan Pramuka karena belum dapat pekerjaan di sini," ujarnya.

Penghasilan yang dia dan anaknya dapt sehari berkisar Rp200 ribu-Rp300 ribu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar