#pilih#pemilu

Selamat Memilih!

( kata)
Selamat Memilih!
dokumentasi pixabay.com

HARI ini pemilihan umum serentak pertama akan digelar. Pemilu tahun ini disebut juga pemilihan lima kotak karena akan ada lima kertas suara yang akan dicoblos. Kelima kertas suara itu adalah calon presiden-wakil presiden, calon anggota DPR, calon anggota DPRD provinsi, calon anggota DPRD kabupaten/kota, dan calon anggota DPD.

Ada sekitar 192 juta warga yang sudah ditetapkan menjadi calon pemilih. Namun, ada beberapa yang tidak masuk daftar pemilih dan tetap diperbolehkan datang ke tempat pemungutan suara untuk menentukan pilihannya dengan menunjukkan KTP elektronik. Bagi yang tidak memiliki KTP-el, Mahkamah Konsutitusi sudah menetapkan bahwa surat keterangan perekaman tetap bisa digunakan.

Keputusan MK dan kebijakan KPU dalam mengakomodasi pemilih yang mengajukan pindah TPS adalah untuk meningkatkan partisipasi pemilu. Jangan sampai ada suara warga yang hilang karena syarat administrasi atau alasan teknis lainnya.

Tingkat partisipasi sangat menentukan legitimasi hasil pemilu. Makin tinggi kesertaan warga dalam pemilihan, maka diharapkan dukungan publik yang besar makin menguatkan posisi capres terpilih hingga wakil rakyat. Dukungan yang besar itu juga harus dipertanggungjawabkan dan dibuktikan dengan kinerja jika terpilih kelak.

Dalam pemilihan umum, rakyat memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan siapa wakilnya di pemerintahan dan di parlemen. Apakah warga akan memilih petahana atau menggantinya dengan calon yang baru. Lewat mekanisme pemilu inilah pergantian pemerintahan berjalan lebih damai dan bermartabat.   

Masa kampanye pemilu kali ini jauh lebih panjang, terhitung sejak 23 September hingga 13 April lalu. Dengan masa pengenalan dan sosialisasi para kandidat yang lebih lama, diharapkan pemilih bisa mengenali visi, misi hingga rekam jejak para calon wakilnya. Jangan lagi ada istilah beli kucing dalam karung dalam kontestasi politik negeri ini.

Ada harapan besar bahwa Pemilu 2019 ini menghasilkan pemerintahan dan lembaga legislatif yang bersih dan siap bekerja keras. Bangsa ini sudah mengalokasikan dana penyelenggaraan pemilu yang sangat besar hingga Rp25 triliun. Jangan sampai investasi politik tersebut terbuang percuma dengan lahirnya anggota legislatif yang korup dan pemalas.

KPU juga mendorong lahirnya anggota legislatif yang bersih dengan memublikasikan nama-nama mantan narapidana korupsi yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR/DPRD. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi pemilih. KPK dan penggiat antikorupsi juga menyediakan aplikasi untuk menelusuri rekam jejak caleg yang bisa menjadi bahan warga sebelum memilih.

Publik sangat berharap pemilu serentak hari ini berjalan damai, aman, dan kondusif. Sebagai sebuah pesta demokrasi, warga diharapkan merayakannya dengan riang gembira dan penuh sukacita. Jangan ada provokasi hingga intimidasi terhadap pemilih karena bertentangan dengan semangat pemilihan umum yang damai.

Peserta pemilu, pendukung capres dan caleg, tim sukses, hingga para saksi di TPS harus menjaga sikap dan saling menghargai sehingga pelaksanaan pemilihan berjalan lancar. Kelancaran dan keamanan pemilu akan dijaga personel Polri dan TNI agar memberikan rasa nyaman dan aman kepada pemilih.

KPU dan Bawaslu hingga pelaksana di tingkat TPS harus bekerja keras, jujur, adil, dengan penuh integritas sehingga tidak terjadi kecurangan sedikit pun. Para penyelenggara pemilu dituntut menunjukkan kinerja yang transparan dan akuntabel sehingga hasil kontestasi demokrasi ini diterima semua pihak dengan penuh sukacita.

Jika ada pihak yang keberatan dan merasa tidak puas, sudah ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh melalui MK. Rezim pemilu kita hari ini sudah menyiapkan semua perangkat hukum dan regulasi agar demokrasi kita makin matang dan substansial. Terakhir, selamat memilih dengan riang gembira dan sesuai dengan hati nurani.  

Tim Tajuk



Berita Terkait



Komentar