#nuansa#pilkada#pilkada2020

Selamat Independen

( kata)
Selamat Independen
Ilustrasi Pixabay.com

Eka Setiawan

Wartawan Lampung Post

TAK terasa tahapan Pilkada Serentak 2020 baru saja melewati proses penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Jika mengacu pada Peraturan KPU No 16/2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada 2020, penyerahan syarat dukungan ke KPU pada 19—23 Februari 2020. Lalu, pengecekan jumlah dukungan dan sebaran dijadwalkan sejak 19—26 Februari.

Tak berhenti di situ. Tahapan masih berlangsung panjang hingga pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah dan wakilnya pada 16—18 Juni 2020. Para pasangan calon yang dinyatakan memenuhi syarat akan ditetapkan KPU pada 8 Juli 2020.

Khusus untuk bakal calon independen, di Lampung setidaknya ada empat pasangan tokoh yang telah menyerahkan berkas persyaratan ke KPU. Mereka ada di Pilkada Kota Bandar Lampung, yakni Firmansyah-Bustomi Rosadi dan Ike Edwin-Zam Zanariah Ibrahim, kemudian di Kota Metro Wahdi-Qomaru Zaman, serta di Lampung Timur Sugianto-Masrizal.

Kehadiran para tokoh ini patutlah mendapat apresiasi publik. Mereka berani menembus batas. Kalau bahasa kekiniannya, out of the box. Mereka siap tampil walau tanpa dukungan perahu partai.

Apalagi, jika melihat latar belakang semuanya bukanlah tokoh kaleng-kaleng. Firmansyah Alfian, misalnya. Mantan politikus Partai Golkar yang pernah mendapat amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Lampung ini kini merupakan rektor salah satu kampus swasta ternama di Lampung.

Lalu, Ike Edwin juga merupakan mantan Kapolda Lampung. Beliau juga merupakan salah satu tokoh Kerajaan Skala Bkhak. Pun demikian para bakal calon wakil pasangan masing-masing yang bukanlah sembarang tokoh. Ada segudang prestasi yang dimiliki Bustomi Rosadi dan Zam Zanariah Ibrahim.

Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak mungkin kehadiran mereka pada kompetisi Pilkada 2020 hanya untuk uji nyali atau ketokohan. Apalagi cuma untuk peramai lalu cari uang mundur. Tegas saya berpikir dan menyatakan tentu saja tidak. Mereka serius! Hanya tinggal suratan tangan dan takdir setelah ikhtiar yang menentukan.

Kehadiran mereka bisa saja menjadi pilihan alternatif bagi rakyat yang jenuh dengan hadirnya para calon dari partai politik. Itu mengapa sejak awal saya berharap adanya pasangan independen yang mendaftar ke KPU di setiap daerah dari delapan kabupaten/kota yang menghelat Pilkada 2020. Namun, hanya empat pasangan saja dari tiga daerah yang berani out of the box.

Sisanya cenderung memilih maju melalui perahu partai politik. Faktanya, baru satu parpol yang mengeluarkan rekomendasi. Ya PDIP, itu pun baru untuk satu pasangan bakal calon di Metro. Sisanya masih bertarung. Mari kita tonton siapa yang bakal gugur dan siapa yang mendapat perahu dukungan parpol. Saya ucapkan selamat kepada para tokoh yang berani tampil dengan membawa dukungan rakyat independen.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar