#Sembako#Cabai

Selain Mahal, Cabai Japlak Juga Sulit Ditemukan

( kata)
Selain Mahal, Cabai Japlak Juga Sulit Ditemukan
Lapak salah satu pedagang di Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung. MTVL/ Putri Purnama.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga cabai japlak atau sering disebut juga cabai setan tak kunjung turun sejak dua bulan terakhir. Selain mahal, cabai yang menjadi primadona pelaku usaha makanan pedas seperti geprek dan seblak juga mulai sulit ditemukan di pasaran.

Pantauan Lampost.co di sepanjang lorong pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, hanya ada satu pedagang yang menyediakan cabai japlak yakni pada lapak milik Ratmah. 

Ratmah mengatakan hanya menyediakan sedikit saja cabai japlak karena harga yang terus melambung, dan pasokan mulai berkurang dari pusat.

“Ini tidak sampai dua kilo saya sediakan, soalnya pembeli juga kadang beli Rp5 ribu nggak beli kiloan. Barangnya juga susah dicari, mungkin karena musim hujan juga,” ujarnya, Senin, 15 Maret 2021.

Selain harga cabai japlak yang tak kunjung turun, bawang merah juga mengalami kenaikan selama dua minggu yang lalu. Harga bawang merah sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu.

“Kalau pasokan (bawang merah) masih normal, tapi nggak tau kenapa harga bawang masih naik. Naiknya Rp10 ribu per kilonya,” kata Ratmah.

Ratmah dan beberapa pedagang lainnya berharap adanya sidak yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandar Lampung guna menstabilkan harga-harga bahan pokok yang ada.

“Ya kalau kami maunya harga normal lagi, karena japlak itu yang paling dicari sama pedagang-pedagang geprek. Apalagi ini mau puasa, sudah pasti bahan-bahan banyak yang bakal naik,” kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar