#pencurian#penggelapan

Revta Sa juga Gadaikan Sejumlah Mobil Rental

( kata)
Revta Sa juga Gadaikan Sejumlah Mobil Rental
Revta Sa Fallas (32) saat sedang diperiksa Penyidik Polres Tanggamus. Lampost.co/Rusdy


Kotaagung (Lampost.co) -- Jajaran Satreskrim Polres Tanggamus terus mendalami kasus yang menjerat tersangka Revta Sa Fallas (32). Pasalnya, selain menguras harta mertua, warga Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo tersebut ternyata terlibat dalam kasus penggelapan kendaraan dengan sejumlah korban.

Kasatreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora mengatakan kasus penggelapan mobil terungkap setelah korban Firdaus, warga Tanjungsenang, Bandar Lampung, melaporkan bahwa mobil miliknya yang disewa atau rental oleh pelaku telah digadaikan kepada orang lain.

Baca juga: Buron 2 Tahun, Wanita Pencuri Surat Berharga Mertua Diringkus di Yogyakarta

"Untuk laporan dari korban Firdaus kemungkinan akan ditangani Polresta Bandar Lampung sebab kejadiannya di sana. Sedangkan kami fokus pada kejadian di Tanggamus," ungkap Iptu Ramon, Senin, 19 April 2021.

Menurutnya Polres Tanggamus akan berkoordinasi dengan Polresta Bandar Lampung untuk mengungkap kasus penipuan dan penggelapan kendaraan yang dilakukan oleh Revta. Ia juga menduga ada kemungkinan kasus penggelapan kendaraan tersebut memakan banyak korban.

"Kemungkinan pelaku juga bagian dari sindikat penipuan dan penggelapan kendaraan, itu didasar dari banyaknya korban. Jika ada warga Tanggamus yang dirugikan oleh tersangka Revta, kami persilahkan melapor di Polres Tanggamus," tandasnya.

Sementara menurut pengakuan Firdaus, kendaraan Daihatsu Panther B 1377 BRF warna silver miliknya telah disewa oleh Revta pada 2018, dan hingga saat ini belum dikembalikan.

"Sudah lama mobil saya dirental tapi tidak dipulangkan. Nomor dia tidak aktif, datang ke rumahnya di Bandar Lampung tidak ada. Sampai akhirnya ada berita dia tertangkap sama Polres Tanggamus," ujar Firdaus.

Firdaus menambahkan awal mula kenal dengan Revta setelah memposting jasa sewa mobil melalui Facebook. Setelah itu Revta menghubungi dan menyewa mobil untuk pulang ke Kotaagung dari Bandar Lampung. Akhirnya disepakati antara korban dengan pelaku, mobil disewa tanpa sopir dengan biaya sewa sehari Rp325 ribu. Pembayaran sebesar Rp3,250 juta per 10 hari, dan itu berlangsung selama satu bulan pertama pada 2018.

"Waktu satu bulan itu lancar, saat itu pernah ketemu di mal sambil perpanjang kontrak sewa mobil. Habis itu sudah tidak ketemu lagi, nomor tidak aktif, mobil tidak kembali," terang Firdaus.

Menurutnya ia tidak menduga akan menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Revta. Sebab dia pernah mendatangi rumah yang ditempatinya di BKP Kemiling, Bandar Lampung, dan tiga kali pembayaran sewa mobil berjalan lancar. Namun pada bulan kedua, pelaku langsung menghilang. Ia baru tahu kabar namanya dari pemberitaan setelah pelaku mencuri aset milik mertua sampai Rp1 miliar, dan ditangkap di Yogyakarta.

"Ada teman-teman saya dari pengemudi online, sekitar delapan orang yang mobilnya dirental sama Revta sampai sekarang belum dikembalikan," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar