#korupsi#danadesa#beritalamtim

Sekretaris dan Bendahara Desa Tamannegeri Dituntut 2 Tahun Penjara

( kata)
Sekretaris dan Bendahara Desa Tamannegeri Dituntut 2 Tahun Penjara
Jaksa Penuntut Umum M Habi. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Dua pamong Desa Tamannegeri, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur dituntut dua tahun penjara. Kedua terdakwa yakni Ujang Supriadi (48) selaku Sekretaris Desa Tamannegeri dan Irawan (68) selaku Bendahara Desa Tamannegeri, hal ini terungkap di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Jumat, 16 Oktober 2020.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Habi Hendarso, mengatakan keduanya terdakwa bersalah turut serta dalam tindak pidana korupsi ADD Taman Negeri Tahun Anggaran 2017. 

Keduanya terbukti secara sah meyakinkan bersalah sebagaimana dalam Pasal 3 jucto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami tuntut dua tahun penjara, dengan denda Rp 50 juta subsider lima bulan kurungan," kata dia.

Kedua terdakwa, kata Jaksa, bersama-sama melakukan tidak pindana korupsi bersama saksi Sugeng Kuswanto selaku Kepala Desa Tamannegeri. "Sugeng telah diputus terlebih dahulu dengan hukuman penjara dua tahun tiga bulan," katanya.

Hal yang menjadi pertimbangan dalam menuntut keduanya yakni keduanya bersikap kooperatif dan belum pernah dihukum serta mengakui perbuatan, selain itu keduanya juga tidak menikmati uang hasil kejahatan,  jadi keduanya tidak dibebankan uang pengganti.

Habi menambahkan, yang memberatkan keduanya tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantas korupsi. "Keduanya memiliki peran penting dalam membuat laporan pertanggungjawaban fiktif penggunaan ADD tahun anggaran 2017," kata Jaksa.

"Mereka ini mencarikan nota, mereka yang menulis nota mereka yang membuat stempel mereka yang menandatangani, mereka yang merekayasa, kalau uang kejahatan dalam fakta persidangan mereka tidak menikmati," katanya.

Meski tak menikmati tapi keduanya telah merugikan negara sampai Rp112 juta. Karena tak menikmati itu beban uang pengganti dibebankan kepada Sugeng dan sudah diputus sehingga Irawan dan Ujang tidak dibebankan.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar