#penerimaancpns#beritalampung#formasicpns#penipuancpns

Sekprov Lampung Imbau Warga Waspada Penipuan CPNS

( kata)
Sekprov Lampung Imbau Warga Waspada Penipuan CPNS
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Masyarakat diminta waspada terhadap penipuan-penipuan yang dilakukan oleh oknum atau calo yang mengatasnamakan pemerintah untuk membantu memuluskan jalan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 dengan memintauang pelicin. Pemerintah menegaskan tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan bahwa masyarakat harus pintar dan paham tidak ada oknum yang bisa meluluskan tes CPNS. Ia mengatakan apabila ada orang yang mengaku-ngaku maka jangan dipercaya. Ia mengatakan bahwa bila ada orang yang coba-coba nekat maka tidak ada jalannya.

"Kita tegas gak ada itu, gak ada peluang juga untuk orang coba-coba itu. Jadi memang gak ada pintunya, gak ada kesempatannya. Tesnya juga secara online, begitu selesai mengerjakan langsung ada nilainya," kata Fahrizal saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 5 November 2019.

Ia mengatakan dari Pemerintah Daerah juga akan dibentuk tim pengawas jalannya pelaksanaan rekrutmen CPNS. Namun pihaknya meminta masyarakat untuk aktif dan berpartisipasi melakukan pengawasan disetiap proses tahapan rekrutmen. "Ada tim yang dibentuk, tapi yang lebih hebat adalah tim dari publik. Masyarakat juga mengawasi proses rekrutmen tersebut," katanya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Lampung, Eko Budi Sulistio berpendapat bahwa rekrutmen CPNS harus betul-betul sesuai dengan kebutuhan diinstansi masing-masing, oleh sebab itu analisis jabatannya harus falid. Kemudian proses rekrutmennya harus lebih transparan dengan menggunakan sistem online dan Computer Assisted Tes (CAT).

"Dengan sistem yang dikembangkan oleh pemerintah pusat sudah bagus. Sistem online dan CAT sulit ditembus oknum-oknum yang curang," kata Akademisi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

Kemudian ia mengatakan untuk CPNS hal yang terpenting ialah transparansi informasi supaya semua orang tahu segala tahapan prosesnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, proses tes dan pengumuman hasilnya harus transparan. "Yang terpenting adalah harus transparan untuk menghindari proses kolusi, nepotisme dan sebagainya," kata

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan rekrutmen CPNS menggunakan sistem yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Membangun profesionalisme birokrasi, termasuk penerimaan CPNS yang pelaksanaannya dilakukan secara profesional.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar