#bully#beritaLampung

Sekolah TMI Buka Suara soal Perundungan di Sekolah

( kata)
Sekolah TMI Buka Suara soal Perundungan di Sekolah
Sekolah TMI. Lampost.co / Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co)-- Sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI) buka suara terkait dengan kasus perundungan atau bullying terjadi di dalam sekolah.

Melalui kepala sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI) Sumami meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi di kedua siswanya.

"Kelalaian saya sebagai kepala sekolah semoga hal ini tidak terjadi lagi dan ini menjadi pembelajaran buat saya, buat guru saya untuk lebih lagi meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak," katanya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Ia menuturkan hal ini menjadi pembelajaran terutama bagaimana metode yang digunakan untuk membuat anak nyaman bercerita ke orang tua maupun guru.

Baca Juga : Disdik Bandar Lampung Bentuk Tim Kasus Bully di TMI

"Sehingga tidak terlambat mengatasi dan menengahi masalah yang terjadi," tuturnya.

Sumami berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan dirinya meminta dukungan agar kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi dalam pendidikan.

Selain itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada awak media karena dirinya sulit untuk dimintai konfirmasi dalam beberapa hari ini.

“Saya butuh waktu dan kalau sekarang sudah ramai begini setidaknya ada satu bahasa yang sama yang teman-teman semua dengar," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan TMI, Henni Zalra juga menyampaikan bahwa kedua belah pihak sudah saling memaafkan.

"Karena kita sebagai manusia ya pasti ada khilaf ada salah ya kita sudah saling memaafkan," katanya.

Henni ingin seluruh siswa yang bersekolah di TMI untuk bisa dapat dengan nyaman belajar disini.

Sementara itu ayah korban perundungan, Edy Firdiansyah, mengatakan bahwa TMI sudah meminta maaf kepada dirinya secara langsung saat mediasi sedang berlangsung.

"Kami sebagai orang tua jadi salah satu wali murid di sini sudah memaafkan TMI dan mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat TMI," jelasnya.

Selanjutnya, demi kepentingan bersama, orang tua korban langsung memindahkan anaknya ke sekolah lain.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar