#akunltmpt#snmptn

Sekolah dan Siswa Diharapkan Lebih Optimal Simpan Permanan Akun LTPMT

( kata)
Sekolah dan Siswa Diharapkan Lebih Optimal Simpan Permanan Akun LTPMT
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekolah dan siswa jenjang menengah atas atau sederajat diharapkan lebih optimal dalam melakukan simpan permanen akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk proses SNMPTN 2020. Hal itu agar siswa/siswi dapat ikut seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) pada tahun 2020.  

Sebab, jika sekolah dan siswa di jenjang SMA, SMK, dan MA tidak melakukan registrasi simpan permanen akun LTMPT, tidak bisa mengikuti kesempatan memproses pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) maupun SNMPTN 2020.

"Kalau tidak melakukan simpan permanen akun, mereka tidak bisa ikut SNMPTN. Namun, bila tidak bisa mengikuti SNMPTN, siswa-siswinya bisa mengikuti SBMPTN," kata Kepala Badan Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lampung, M. Komarudin kepada Lampost.co, Kamis, 9 Januari 2020.

Sementara Ketua MKKS SMA Lampung, Suharto mengatakan pihaknya menunggu laporan terkait data-data yang sudah melakukan simpan permanen atau belum. Ia menceritakan dari beberapa laporan yang sudah masuk ada beberapa kendala yang dialami sekolah, seperti pertama masalah akreditasi yang tidak muncul, kedua ada server yang overload dan ngedrop sampai tiga kali.

"Kemudian masalah sinkronisasi data antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Namun, saat ini progresnya sudah ke arah positif," kata Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung ini.

Dia mengimbau setiap sekolah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Universitas Lampung dan sebagainya. Kemudian pihaknya juga menemukan adanya siswa-siswi yang tidak mau daftar kuliah. Meskipun tidak bisa memaksa, pihaknya tetap mendorong optimal dalam melakukan simpan permanen akun LTPMT.

"Pada prinsipnya Dinas Pendidikan dan MKKS melakukan koordinasi dengan teman-teman di sekolah. Sekolah juga melakukan langkah-langkah kalau ada persoalan yang terjadi. Persoalan teknis kebanyakan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar