#ptm#pesawaran

Sekolah dan Ponpes di Pesawaran Abai Prokes bakal Diberi Sanksi

( kata)
Sekolah dan Ponpes di Pesawaran Abai Prokes bakal Diberi Sanksi
Plh Sekda Pesawaran, Syukur, saat memantau penerapan prokes di beberapa sekolah, Jumat, 29 Oktober 2021. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran, Syukur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Pesawaran. 

Plh Sekda mengatakan, kegiatan itu dilakukan guna memastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19 di lingkungan sekolah berjalan sesuai dengan prosedur dan dilaksanakan secara ketat.

"Sasaran utama kita SMP dan pondok pesantren. Tadi kita sudah datangi dan melihat secara langsung prokes di SMPN 1 Pesawaran serta SMPN 22 Pesawaran, dan Pondok Pesantren Darul Huffaz Pesawaran," ujarnya, Jumat, 29 Oktober 2021.

 Baca: Presiden Minta Kepatuhan Prokes saat PTM di Lampung Ditingkatkan

 

Dia mengatakan, sidak dilakukan sebagai evaluasi rutin dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pesawaran setelah mendapatkan lampu hijau oleh Presiden Joko Widodo untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Setelah Pesawaran melaksanakan PTM pada bulan September lalu, kita rutin melakukan evaluasi penerapan prokes di sekolah, dengan tujuan agar tidak adanya klaster sekolah untuk penyebaran virus corona," ujar dia.

Syukur memberikan arahan kepada sekolah-sekolah agar tetap mematuhi prokes diantaranya perihal jadwal jam belajar mengajar serta siswa masuk sekolah secara bergantian. 

"Sidak hari ini kita simpulkan untuk SMPN 1 Pesawaran dan SMPN 22 Pesawaran sudah memenuhi prosuder dan anjuran pemerintah dalam penerapan prokes, pihak sekolah telah menyiapkan kebutuhan cuci tangan, hand sanitazier,  memakai masker serta dalam jadwal dan jam belajar para siswa dengan penerapan sistem 50 persen siswa yang masuk sekolah secara bergantian berdasarkan absen genap ganjil sudah berjalan," kata dia.

"Sedangkan untuk sekolah Pondok Pesantren Darul Hufaz masih ditemukan kelonggaran dalam penerapan prokes covid 19, tentu ini kita beri peringatan dan pengarahan agar kedepannya prokes menjadi hal utama yang harus mereka jalankan," katanya.

Dia menjelaskan, bagi sekolah yang tidak taat prokes, akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

"Setelah ini apabila ditemukan pelanggaran di sekolah, akan diberikan teguran bahkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," ujarnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar