#Sekolah-Ambruk#Pendidikan

Sekolah Ambruk di Pasuruan Renggut Dua Nyawa

( kata)
Sekolah Ambruk di Pasuruan Renggut Dua Nyawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jenguk korban sekolah ambruk di Pasuruan, Jatim. (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)


Pasuruan (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Jawa Timur, mencatat jumlah korban sekolah ambruk di SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur, menjadi 16 orang. Dua di antaranya, meninggal dunia, sedangkan korban luka masih dirawat di RSUD dr Soedarsono Pasuruan.

"Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, jumlah korban bertambah. Dari 14 orang menjadi 16 orang. Dua di antaranya meninggal dunia," ungkap Kepala BPBD Kota Pasuruan Syamsul Hadi, Rabu, 6 November 2019.

Syamsul memastikan jumlah korban telah diverifikasi baik dari lembaga terkait, Dinas Pendidikan, hingga ke RSUD dr Soedarsono. Sebagian besar mereka harus dirawat intensif lantaran terluka cukup parah.

"Untuk yang luka ringan sebagian sudah ada yang pulang, yang luka berat masih dirawat di RS, karena ada yang sampai patah tulang akibat tertimpa reruntuhan material bangunan," katanya.

Saat ini, kata Syamsul, tidak ada aktivitas apa pun di SDN Gentong. Kegiatan belajar mengajar diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Seluruh sekolah di Pasuruan diliburkan. Untuk SDN Gentong nanti akan diinformasikan kembali," jelasnya.

Empat bangunan ruang kelas di SDN Gentong, Kota Pasuruan runtuh saat proses kegiatan belajar mengajar, Selasa, 5 November 2019, sekitar pukul 08.30 WIB. Belasan siswa menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dua siswa dan satu pengajar dilaporkan meninggal, sedangkan puluhan pelajar lainnya langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soedarsono Pasuruan.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar