#PEMBANGUNAN#BERITALAMPURA

Sekkab Lampura Klaim Uang Persediaan Aman

( kata)
Sekkab Lampura Klaim Uang Persediaan Aman
Ilustrasi kredit perbankan - - Foto: dok AFP


Kotabumi (Lampost.co) --  Sekretaris Kabupaten Lampung Utara Lekok mengklaim anggaran awal seperti uang persediaan/ganti uang (UP/GU) aman dan selalu siap (ready) jika dibutuhkan. Namun, ia ingin semua OPD tetap melaksanakan pembangunan sesuai aturan berlaku. 

"Untuk anggaran persiapan pemerintah daerah, itu intinya senantiasa ready. Tetapi, semua harus memenuhi mekanisme dan proses pelaksanaan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan berlaku, "kata Lekok di ruang kerja, Jumat, 19 Februari 2021. 

Menurutnya, jika tidak memenuhi standar akuntansi keuangan, secara otomatis belum bisa dicairkan. Lekok menerangkan pemerintah kini harus lebih hati-hati karena dituntut pertanggungjawabannya. Sebab, uang itu berasal dari rakyat dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

"Harus lebih teliti dan lebih hemat, khususnya dalam menggunakan anggaran yang berasal dari masyarakat ini, "terangnya.

Saat ditanya transparansi anggaran penanganan covid-19 Lampura, pihaknya mengklaim informasi berkembang selama ini karena ada komunikasi yang kurang baik. Pihaknya berharap dapat lebih optimal dalam memberikan keterangan sesuai peraturan.

"Mungkin apa yang mereka sampaikan terkait dengan realisasi penggunaan anggaran covid, belum dikuasai secara teknis. Semua anggaran itu lengkap dan transparan baik itu penggunaannya maupun pertanggungjawabannya, "imbuhnya.


Diberitakan sebelumnya, sejumlah OPD atau satker di lingkup Pemkab Lampura belum merealisasikan anggaran awal pada instansi masing-masing hingga kini. Padahal, mereka sudah mengajukan anggaran awal kepada Pemkab Lampura jauh-jauh hari. 

Sejumlah OPD kalang-kabut, dalam memenuhi kebutuhan dalam melaksankan tugas fungsinya di lapangan. Kepala OPD atau KPA, PPK, bahkan PPTK harus mengambil langkah dengan berbagai cara, agar pelayanan dapat tetap terlaksana meski harus dengan meminjam.


"Ya, kalau itu kami usaha. Caranya dengan talangan, karena memang dana persiapan (UP, GU) belum ada realisasinya sampai, "ujar seorang pejabat setempat yang enggan namanya disebut.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar