#bencana#longsor#BPBD

Sejumlah Wilayah Berpotensi Longsor pada November 2023

( kata)
Sejumlah Wilayah Berpotensi Longsor pada November 2023
Tanggamus Dikepung Bencana Banjir dan Longsor. (Foto:doc.lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami longsor pada November 2023.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung, Joni Toyib mengatakan pemetaan tersebut didasarkan atas analisis data BMKG, Kementerian PUPR, dan Badan Informasi Geospasial (BIG). 

"Siang tadi BNPB memberi surat edaran ke kami agar kami melakukan pencegahan dan meminimalisasi potensi dampak bencana itu," ujarnya, Senin, 6 November 2023.

Baca juga : BMKG : Sebagian Besar Wilayah Lampung Berpotensi Hujan pada Sore Hari Ini

Wilayah tersebut terdiri dari Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pesawaran, Metro, Lampung Utara, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, dan Way Kanan. 

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BPBD kabupaten/kota untuk memastikan kesiapsiagaan di level masyarakat berjalan baik dan efektif. 

Baca juga : 3 Kecamatan di Tanggamus Rawan Banjir dan Longsor

"Kami juga akan mengidentifikasi kebutuhan dan kesiapan sumberdaya yang ada di kabupaten/kota sesuai rencana kontingensi yang telah disusun," jelasnya. 

Selain itu, pengecekan jalur evakuasi juga dilakukan dan memastikan lokasi pengungsian memenuhi kategori aman dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. 

"Peralatan dan logistik kita siap, seperti misal jika bencana itu terjadi lalu dibutuhkan tenda dan semacamnya, kami siap," kata dia. 

Lebih lanjut, Joni menjelaskan BPBD Provinsi telah menyalurkan sejumlah perlengkapan penunjang penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Lampung. Dia mengeklaim kondisi peralatan tersebut mencukupi dan memadai. 

"Ada fasilitasnya di tiap kabupaten/kota. Nanti kalau memang tidak bisa ditangani, bisa minta bantuan ke kami baik alat atau yang lain," pungkasnya.

Atika Oktaria








Berita Terkait



Komentar