#Infrastruktur#lampura#drainase

Sejumlah Warga Setop Pengerjaan Drainase Jalinsum di Lampura 

( kata)
Sejumlah Warga Setop Pengerjaan Drainase Jalinsum di Lampura 
Aksi protes warga terhadap pekerjaan pasangan mortal di Jalinsum Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan, Minggu, 28 November 2021 dengan menyetop pekerjaan karena dinilai buruk. (Foto:Lampost/Fajar Nofitra)


KOTABUMI (Lampost.co)--Sejumlah warga Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan menyetop pengerjaannproyek  drainase di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) desa setempat, Minggu, 28 November 2021. Hal ini terkait kekesalan masyarakat atas pelaksanaan pembangunan proyek pusat itu dinilai kualitasnya buruk. 

Serta tak kesesuaian pelaksanaan dengan mekanisme (juklak/juknis) lainnya, seperti papan informasi, perlengkapan pekerja (APD). 

Nampak puluhan warga, mulai dari tokoh pemuda dan masyarakat mendatangi tempat pekerjaan itu. Mereka menyetop pekerja yang sedang melaksanakan pembangunan pasangan mortal dijalan negara tersebut. Mereka mengancam akan melaksanakan aksi lebih besar lagi bila rekanan melakukan pekerjaan itu tak memberikan respons.

"Ini sama saja melukai hati masyarakat, karena semuanya menggunakan uang kami, jadi kami berhak juga mengawasi sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah," ujar salah seorang peserta aksi protes, tpkoh masyarakat Agus Glr. Gustiyang Agung di lokasi pembangunan, Minggu, 28 November 2021.

Berita terkait:

Pekerja Keluhkan Upah Pekerjaan Drainase Jalinsum Bandar Putih

Mereka menilai sejak pengerjaan, baik itu pengawas maupun konsultan tidak pernah di lokasi apalagi sampai bicara pada pekerja disana. Sehingga mempertanyakan kesesuaian pekerjaan, mulai dari material, adukan sampai kepada pengerjaan. Dan nampak hanya pasir dari adukan semen itu ditunjukkan dari hasil pekerjaan.

"Ini adukannya apa, dapat dilihat sendiri babg dengan mata telanjang antara semen dan pasir hanya satu sak (50 kg) dengan pasir sebegitu banyak. Setumpukan besar ini," terangnya.

Begitu pun dengan masalah papan informasi, sebagai dukungan masyarakat mendukung program pemerintah. Yakni bersama-sama mengawasi hasil pembangunan, hingga dapat dinikmati lama oleh masyarakat.

"Kalau tidak bagus, bagaimana akan tahan lama. Dan satu lagi, seperti apa bentuk pengawasan masyarakat bila tidak ada papan informasinya. Ini semuakan berasal dari uang rakyat, dan bentuk dukungan kita ya begin salah duanya," katanya.

Sementara tokoh pemuda, Adi berujar bahwa aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan pekerjaan (rekanan) dalam pemasangan mortal jalan tersebut. 

"Semua di sini adalah warga Bandar Putih, mulai tokoh pemuda, masyarakat sampai kepada tokoh adat ikut dalam aksi ini. Demi menyuarakan isi hati masyarakat, agar pembangunan berada di desanya dapat baik. Sebab, mereka membutuhkan sarana itu, sebagai saluran drainase warga kita," ujar Adi, Ketua Karang Taruna di sana.

 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar