#Lombok#NTB#Gempa#Bumi

Sejumlah Penyakit mulai Menyerang Warga Gempa Lombok

( kata)
Sejumlah Penyakit mulai Menyerang Warga Gempa Lombok
Korban Gempa Lombok (Antara/Ahmad Subaidi)


LOMBOK (Lampost.co) -- Berbagai jenis penyakit seperti, malaria, diare, batuk pilek, Infeksi saluran pernafasan (Ispa) belakangan ini mulai banyak menyerang warga masyarakat yang berada di lokasi pengungsian pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Karena lagi ada bencana terdapat sekitar 200 orang yang terserang malaria," kata Dr. Kadek Apik Lestari, spesialis anak Rumah Sakit Patut Patuh Patju, Kabupaten Lombok Barat, saat mendampingi Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Arief Pramuhanto meninjau Posko Pengungsian korban gempa di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat Kamis (20/9/2018).

Kadek mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk program penanganan antara lain membagikan kelambu kepada warga untuk mengurangi penyebaran malaria.

Beberapa minggu pascabencana gempa, para korban mulai terserang penyakit diare. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, warga mulai mendapati penyakit sejak hari kedua tinggal di pengungsian. 

Pada awal September terdapat 200 anak terserang diare dan Ispa. Penyakit diare yang dialami para pengungsi disebabkan karena kurangnya kepedulian terhadap sanitasi.

Berkaitan itu, di Posko Pengungsian Kekait, Kimia Farma menggelar pengobatan gratis terhadap 600 warga setempat dengan menempatkan lima dokter, empat perawat, dan sejumlah asisten. Di samping itu, Kimia Farma juga memberikan trauma healing bagi anak-anak mengajar sejak 27 Agustus lalu.

Seperti dijelaskan Arief Pramuhanto, PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Kimia Farma selain membuka layanan kesehatan juga bantuan obat DiaResQ. Melalui program DiaResQ to The Rescue, Kimia Farma menyerahkan bantuan berupa 2 ribu kardus obat DiaResQ dan bantuan kesehatan. DiaResQ merupakan produk nutrisi terobosan terbaru yang efektif mengatasi diare.

Bantuan secara simbolis yang dihadiri oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) diserahkan kepada pemerintah setempat untuk didistribusikan kepada posko-posko kesehatan penanggulangan bencana.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap apa yang terjadi di Lombok," kata Arief.

Sebelumnya, Kimia Farma telah memberikan bantuan untuk korban gempa di Lombok dan Sumbawa. Sampai saat ini, total bantuan yang disalurkan sebanyak Rp420 juta. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi, Kimia Farma turut berpartisipasi untuk meringankan beban yang dirasakan para korban gempa di NTB.

 

 

MI







Berita Terkait



Komentar