Merapihipertensiispa

Sejumlah Pengungsi Merapi Alami Hipertensi dan Ispa

( kata)
Sejumlah Pengungsi Merapi Alami Hipertensi dan Ispa
Ilustrasi.Dok


SLEMAN (Lampost.co) -- Pengungsi lanjut usia di barak pengungsian Merapi kompleks Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merasa jenuh dan bosan. Lebih dari sebulan di barak, beberapa pengungsi bahkan diketahui sedang sakit.

"Kemarin ada satu (sakit) Ispa (infeksi saluran pernapasan), ada lima yang hipertensi," kata Camat Cangkringan, Agus Parmono, saat dikonfirmasi, Kamis, 10 Desember 2020.

Dia menjelaskan pengungsi yang sakit tersebut ditangani petugas kesehatan. Ia mengatakan pengungsi yang merasa jenuh dan bosan lantas diberikan hiburan. "Mau gak mau dibuat perminan segala macam biar rasa bosannya kurang," jelasnya.

Menurut dia sebagian besar pengungsi biasanya memiliki jadwal aktivitas padat di rumah. Saat di pengungsian aktivitas menjadi berkurang drastis.

Sebagian pengungsi masih menyempatkan menengok kondisi rumah dan mencari pakan ternak saat siang hari. Mereka akan berada di barak pengungsian saat malam hari.

"Kebanyakan kangen rumah. Kalau siang naik, sorenya turun ke barak. Mereka rindu kerjaan karena sudah puluhan tahun mengerjakan seperti mencari pakan ternak itu," ungkapnya.

Agus mengatakan pengungsi lansia dengan rentang usia di atas 60 tahun masih memiliki kondisi fisik yang bagus. Ia menyebut sekitar 90 lansia masih kuat mengangkut beban cukup berat.

"Untuk relawan yang membantu cari rumput juga masih jalan. Mereka membantu mencari dan mengangkutt rumput buat ternak pengungsi," ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar