#PARIWISATA#PESISIRBARAT

Sejumlah Penginapan di Pesisir Barat Sepi Pengunjung Jelang Nataru

( kata)
Sejumlah Penginapan di Pesisir Barat Sepi Pengunjung Jelang Nataru
Salah satu objek wisata di Pesisir Barat yakni pantai Labuhanjukung terlihat sepi pengunjung. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru(Nataru) sejumlah penginapan di kawasan wisata Pesisir Barat masih sepi pengunjung.

H. Sarta (51), pemilik penginapan di kawasan objek wisata pantai Tanjungsetia, Pekon Tanjungsetia, Kecamatan Pesisir Selatan, mengatakan sepinya jumlah pengunjung di kawasan objek wisata wilayah setempat mengakibatkan minimnya jumlah pemesanan kamar di penginapan miliknya.

"Bahkan, hampir tidak ada pesanan sama sekali terhitung dari awal tahun hingga sekarang ini jadi sangat berpengaruh terhadap omset kami. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah," kata dia, Selasa, 21 Desember 2021.

Sarta juga menjelaskan akibat sepinya pengunjung omsetnya menurun hingga 90 persen. Menurutnya, omset per bulan sebelum pandemi rata-rata 3 kamar per hari atau Rp4-5 juta sebulan, setelah pandemi menjadi susah. Bahkan, sering tidak ada pemasukan selama satu bulan.

Terkait tarif, pihaknya menyediakan harga relatif stabil. Menurut Sarta, penginapan miliknya mematok harga Rp250 ribu per malam baik itu pada hari biasa maupun saat libur.

Sarta menilai sepinya kunjungan wisatawan disebabkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pemerintah daerah di masing-masing wilayah yang belum membebaskan kunjungan wisata serta kegiatan masyarakat di dalam dan luar daerah.

"Karena biasanya mayoritas kunjungan wisatawan di Pesisir Barat berasal dari Kotabumi, Waykanan, Tulangbawang, Bandar Lampung serta daerah lainnya. Mungkin karena PPKM di masing-masing wilayah tersebut menyebabkan wisatawan belum bisa memasuki kawasan wisata kami," ujar dia.

Sarta berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk meringankan beban dari pemilik penginapan.

Baca juga: Pemilik Hotel dan Wisata Lampung Disarankan Sasar Pengunjung Lokal saat Nataru

Terpisah, Yogi (27) pengelola penginapan Samudera Villas, di Pekon Mandiri Sejati mengeluhkan hal senada. Dia mengatakan jumlah kunjungan di penginapan miliknya dari pertengahan tahun hingga hari ini belum ada kunjungan.

"Dari Juli 2021 hingga sekarang tidak ada pesanan yang masuk, sedangkan kami tetap membayar pajak ke Pemkab. Sehingga kami berharap ada keringanan dari pemkab untuk sedikit meringankan beban kami," kata dia.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Pesisir Barat Andry Wibowo mengatakan ada sekitar 50 objek penginapan di kabupaten itu. Kemudian, sekitar 25-30 rumah makan, dan lima restoran rumah makan besar. Menurutnya, PHRI selama ini sifatnya menaungi keberadaan objek usaha tersebut. Sedangkan dalam kewajiban kepada pemerintah berada dalam kewenangan dinas terkait sepeti dinas perizinan, dinas pendapatan daerah, dan dinas pariwisata. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar